| ||
| Lintas Agama lainnya | ||
Dalam waktu dekat, dia akan menulis buku yang menceritakan kehidupannya setelah Ayatullah Khameini menjatuhkan fatwa mati. Begitu novel yang melecehkan Islam itu terbit tahun 1988, Khameini memang langsung menjatuhkan fatwa mati untuk Salman Rushdie. "Ini cerita tentang saya, dan saya harus memberitahukannya," kata dia saat berkunjung ke Universitas Emory, Atlanta, seperti dikutip guardian.co.uk.
Selama ini, kata dia, catatan soal kehidupannya setelah menerima fatwa mati tersimpan di kotak dan komputer rusak. Dia pun menyatakan sangat sulit untuk mengumpulkannya kembali. Tapi, menurut dia, sekarang semua data yang telah dikumpulkannya itu telah terorganisir dan tinggal menuangkannya dalam tulisan.
Saat ini adalah tahun ke 21 bagi Salman Rushdi dalam menjalani kehidupan setelah mendapatkan fatwa mati. Khameini juga punya alasan yang sangat kuat untuk mengeluarkan fatwa tersebut. Novel Ayat-ayat Setan berisi penjelasan yang sangat menghina Islam. Di situ antara lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad menderita gangguan jiwa.
Setelah mendapat fatwa mati, dia malah mendapat perlindungan dari pemerintah Inggris. Dengan sikap itu, tahun 1988 Iran pun memutuskan hubungan diplomatik dengan Inggris. Tak hanya itu, banyak lembaga dukungan Barat pun memberikannya penghargaan setelah berhasil menghina Islam. [rep]
⇒ 25 Feb 2010 (09:10 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi