| Lintas Agama lainnya |
"Acara ini memperlihatkan kebudayaan dan nilai-nilai agama kami," kata Dr Syed Ali kepada News-Journal pada hari Senin, 10 Agustus, sebagaimana dilansir oleh Islamonline.net.
Ali adalah warga Amerika pendatang asal Arab Saudi. Dia bergabung dengan ratusan warga Amerika lainnya dari berbagai usia dalam sejumlah aktivitas rekreasional di sebuah acara Islami yang diadakan di lahan parkir Masjid Ibrahim.
Diselenggarakan oleh Masyarakat Islam Delaware, peserta dapat menikmati berbagai permainan dan hiburan, dengan anak-anak yang berkompetisi dalam permainan-permainan yang menyenangkan. "Ini adalah sesuatu yang akan membuka dialog dan membuat segalanya menjadi tidak begitu mengintimidasi."
Bashir Mangoori mengantar tiga anaknya ke festival Islam tersebut. "Anak-anak saya tumbuh di sini. Mereka ingin bertemu dengan teman-temannya," ujar Mangoori sambil melihat orang-orang yang saling berbincang dan para wanita yang menjual berbagai perhiasan dan pakaian. "Saya rasa mereka melakukan sesuatu yang bagus. Sangat bagus jika kamu merangkul tetanggamu."
Muslim Sebagai Tetangga yang Baik
Para pemimpin Muslim melihat festival itu sebagai sebuah langkah untuk meluruskan sejumlah kesalahpahaman tentang kaum minoritas ini.
"Kami berusaha untuk lebih berintegrasi ke dalam komunitas," ujar Vaqar Sharief, presiden Masyarakat Islam Delaware. "Kami ingin membuka tempat ibadah ini untuk semua orang dengan berbagai latar belakang agama."
Sharief mengatakan acara ini bertujuan untuk mengirimkan pesan kepada semua masyarakat Amerika bahwa kaum Muslim adalah tetangga yang baik.
"Ini adalah sebuah cara untuk membantumu berkembang lebih cepat ketika tiba di sini sehingga kamu tidak akan merasa terkucilkan," ujar dia. "Persatuan adalah hal yang penting."
Sejak serangan 11/9, Muslim Amerika, yang diperkirakan berjumlah sekitar enam hingga tujuh juta, telah menjadi rentan akan adanya tuduhan pelanggaran hak-hak sipil.
Bagi Moeedah Ali, festival musim panas ini merupakan sebuah kesempatan untuk memperlihatkan wajah Muslim yang sesungguhnya pada masyarakat Amerika. "Orang-orang memiliki sudut pandang yang keliru," ujar Moeedah, yang datang bersama tiga saudara perempuan, saudara laki-laki dan ibunya.
Wanita Muslim itu mengatakan banyak warga Amerika yang memiliki persepsi negatif tentang Muslim. "Sejak peristiwa itu, mereka selalu menghakimi kami," ungkap dia, merujuk pada serangan 11/9. "Tapi jika mereka menghadiri acara-acara seperti ini, mereka akan tahu bahwa kami bukan orang seperti itu. Ini adalah salah satu cara untuk menunjukkan hal itu pada mereka". [Rep]
Masuk: 12 Ags 2009 (15:25 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi