| Lintas Agama lainnya |
"Tema tahun ini adalah kami bahagia menjadi Muslim di Amerika," ujar Direktur Nasional ISNA untuk Jangkauan Komunitas dan Antar-Keyakinan, Sayyid M Syeed. Lebih dari 40 ribu Muslim dari penjuru AS dan Kanada diharapkan berkumpul untuk menghadri konvensi ke-46 ISNA bertema "Hidup, Kebebasan, dan Mengejar Kebahagian."
Konvesi tahun ini yang digelar sejak 3 hingga 6 Juli diundur dari akhir pekan Hari Buruh ke Libur Empat Juli yang menandai Hari Kemerdekaan Amerika. "Hidup, Kebebasan dan Mengejar Kebahagiaan' bukanlah kata asing bagi pengunjung konvensi kami," ujar Sayyid.
"Kami hidup dengan nilai-nilai tersebut," ujarnya. "Kami ingin semua orang tahu bahwa kami pun menghargai betul nilai-nilai itu," imbuhnya. "Life, Liberty, and the Pursuit of Happiness," adalah kutipan paling ternama dalam Declaration of Independence, yang ditulis terutama oleh Thomas Jefferson, dan diadopsi pada 4 Juli 1776.
Kata-kata itu dideskripsikan sebagai hal paling potensial dan berpengaruh dalam sejarah Amerika dan kerap digunakan untuk mempromosikan hak-hak kelompok yang dipinggirkan. Kutipan itu, bagi AS, dianggap mewakili standar moral yang harus dipegang setiap warga negaranya.
Pihak ISNA mengatakan konvensi tahun ini akan membawa spirit baru dalam bermacam acara sampingan yang digelar. "ISNA merupakan organisasi yang progresif," ujar Sayyid. Organisasi tersebut merupakan lembaga induk bagi Muslim di Amerika Utara. Ia mewakili beberapa grup lain, seperti Asosiasi Pelajar Muslim (MSA) dan ratusan masjid-masjid di seantero Paman Sam dan Kanada.
Dalam konvensi, partisipan akan menghabiskan empat hari di sesi-sesi interaktif yang mengulas isu utama seperti spritual, pengembangan ekonomi, keluarga, perbankan syariah, dan upaya merangkul masyarakat lebih luas. Tak ketinggalan dalam acara itu adalah bazar, daya tarik standar bagi pengunjung tiap tahun. Kali ini bazar akan menghadirkan 600 stan baik untuk bisnis dan penjual produk.
ISNA juga akan mengorganisasi Pameran Seni. Menurut Sayyid, ISNA akan menghadirkan konsep menarik bagi seniman Muslim dalam menampilkan karya mereka dan jaringan seniman untuk pertumbuhan lebih jauh. Festival Film Islami yang menampilkan berbagai film dan dokummentasi juga menjadi salah satu agenda konvensi.
Konvensi tahunan ISNA dimulai pada 1963 dan menjadi acara pertemuan Muslim terbesar di Amerika Utara. Tahun ini konvensi akan menghadrikan 300 pembicara, termasuk Keith Ellison, Muslim terpilih pertama sebagai anggota Konggres.
Beberapa pihak mengharapkan ada kehadiran spesial dari Presiden Barack Obama, yang selama ini telah mencoba merangkul dunia Muslim sejak memasuki kantor Gedung Putih sejak Januari. Di antara agenda terpenting adalah Penerimaan Persatuan Antar-Keyakinan yang akan diselenggarakan di hari ke-3 konvensi.
"Tema untuk penerimaan tahun ini adalah ‘A Common Word Between Us and You’, ujar" Sayyid. "Itu merupakan kesempatan bagi pemimpin dari berbagai agama termasuk Katholik, Protestan, Yahudi, dan komunitas lain untuk datang bersama, memperbarui ikatan dan meretas jalan kebersamaan di masa depan," paparnya.
Salah satu pembicara agenda 'penerimaan' adalah pastor dari Kalifornia Selatan, Rick Warren, yang menjadi pemimpin salah satu gereja terkemuka di AS dengan Jaringan Untuk Tujuan merentang di 162 negara dan ratusan wilayah gereja di AS.
Namun Sayyid menegaskan jika upaya merangkul pihak lain dan dialog antar-keyakinan antara ISNA dan pemimpin keagamaan tidak dibatasi konvensi tahunan, melainkan setiap saat dan telah dirintis bertahun-tahun. "Agenda acara tersebut menunjukkan kematangan dua belah pihak, yang tidak terjadi dalam semalam," [Rep]
Masuk: 04 Jul 2009 (13:12 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi