| Lintas Agama lainnya |
Guru Besar Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN) Yogyakarta Prof. Dr. Akhmad Minhaji menyatakan banyak kritik dari para intelektual Barat bahwa Islam tidak mencapai tahapan spektakuler seperti era abad 11, apalagi mengejar kemajuan Barat. Alasannya, Islam menyelesaikan problem baru dengan melihat masa lalu bukan melihat bagaimaan dunia di masa depan sebagaimana Barat melakukannya.
Berbicara di depan mahasiswa pasca sarjana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Rabu (10/6), dia menyatakan situasi tersebut menjadikan paradigma studi Islam menjadi rancu.
"Dalam studi Islam sering orang susah membedakan model ceramah di masjid dengan berbicara di seminar. Pendekatannya rancu," ujar dia.
Menurut dia studi Islam merujuk pada apa yang sebenarnya atau kenyataannya bukan apa yang seharusnya. "Orang sering susah membedakan ceramah di masjid dengan seminar atau menuangkan studi ilmiah. Dalam studi perbandingan Islam dengan agama lain, Islam selalu (diposisikan) menang karena yang ditulis yang terbaik, bukan apa kenyataannya," kata dia.
Situasi studi tersebut menghambat kemajuan Islam. Setiap studi Islam tidak bermuara pada temuan-temuan baru dari Islam. [pr]
Masuk: 10 Jun 2009 (14:15 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi