| Lintas Agama lainnya |
Untuk suasana Natal yang kondusif, Rizieq mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Persatuan Gereja Indonesia dan Konferensi Wali Gereja Indonesia. Ia menyebutkan perayaan Natal tidak akan diganggu oleh umat Islam. "Islam tidak membenarkan untuk mengganggu ibadah agama lain," ujarnya.
Menurutnya, FPI mendukung pluralitas, walaupun menyatakan tidak benar jika setiap agama mengakui agama lain. "Antar umat beragama harus saling menghormati, tapi tidak mesti mencampuradukkan agama," katanya.
Ia meminta semua agama mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia, termasuk Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemelihara Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat. "Yuk, kita patuhi undang-undang," ujarnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan koordinasi pengamanan Natal dengan FPI merupakan hal yang baik. "Dalam hari raya nasional, semua elemen masyarakat harus mengerti betapa pentingnya untuk menciptakan rasa aman," katanya.
Polisi juga telah melakukan koordinasi dengan unsur kepemudaan gereja di seluruh ibukota. Rapat ini dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi pengamanan Natal. "Jumat ini, kami akan rapat koordinasi secara keseluruhan," ujar Baharudin. []
© Tempo Interaktif
Masuk: 14 Des 2010 (14:16 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi