| Lintas Agama lainnya |
Masjid tersebut adalah Masjid Ibnul Qayyim yang berlokasi di jantung kota Garissa di wilayah timur laut Kenya yang mayoritas umat Islam. Syeikh Ahmad Hussein Kidiye Imam Masjid Ibnul Qayyim, menyatakan, pemasangan ini adalah sebuah pengembangan yang dapat meningkatkan kualitas ibadah.
"Ponsel membawa banyak persoalan di dalam Masjid, terkadang anda dapat mendengar suara musik yang keras secara tiba-tiba. Untuk waktu lama, masalah ini menjadi persoalan serius yang mengganggu pikiran kita. Teknologi ini merupakan suatu terobosan baru," kata Syeikh Kidiye .
Alat penghalang sinyal ini dibuat oleh sebuah perusahaan China yang dapat menghentikan dering ponsel antara radius 5-20 meter. Dengan menara tingginya yang bertembok keputih-putihan, Masjid Ibnul Qayyim menjadi Masjid pertama yang menerapkan teknologi baru ini.
Beberapa masjid menerapkan hukuman, termasuk membayar denda bagi jamaah yang membiarkan dering ponselnya berbunyi sewaktu sholat. Tetapi di suatu daerah yang hancur oleh kemiskinan dan iklim yang membakar akibat kekeringan, pembayaran denda bagi yang melanggar aturan tersebut menjadi sesuatu yang susah untuk dilaksanakan.
"Banyak penduduk yang miskin yang tidak mampu untuk membayar denda, sehingga kami harus mencari alternatif lain. Seorang muslim yang merupakan jamaah saya membantu kami tepat pada waktunya dengan membelikan instrumen mesin baru tersebut dari Dubai seharga 300 Dollar AS," kata Syaikh Abdullah Abdi imam di Masjid Towba kota Wajir. [NUO]
Masuk: 03 Ags 2009 (17:52 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi