| Lintas Agama lainnya |
Aksi Peringatan Hari Anti-Korupsi di Jakarta yang sempat dikhawatirkan akan berlangsung ricuh, ternyata tidak terbukti, aksi berlangsung damai. Ribuan orang turut dari berbagai kalangan serta penjuru kota ikut serta dalam peringatan Hari Anti-Korupsi di Jakarta.
Tokoh lintas agama yang turut dalam aksi anti-korupsi yakni Matakin, Parisadha Hindu Dharma, Konghucu, NU, Muhammadiyah, PGI, KWI. Masing-masing tokoh lintas agama berdoa
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. A.A. Yewangoe dalam kesempatan yang sama mengatakan,”Kita menolak korupsi dimana saja dan dalam bentuk apa saja, karena itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Korupsi adalah musuh bersama, musuh manusia beradab, oleh karena itu PGI menolaknya. Dalam doanya Pdt. Yewangoe juga berdoa agar setiap orang dapat terbebas dan tidak terikat dari korupsi yang merupakan kejahatan kemanusiaan yang juga adalah dosa,” tegasnya.
Yewangoe juga berdoa untuk Presiden Republik Indonesia agar tetap teguh dan konsisten menghapuskan kejahatan kemanusiaan serta meyakinkan kepada aparat hukum yakni kepolisian, kejaksaan, pengadilan, KPK, bahwa pemberantasan korupsi penting demi majunya bangsa ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Mgr. Martinus D. Situmorang dari KWI yang dalam doanya memohon agar semua masyarakat bersih dari korupsi dan jika kita kita ingin bersih dari korupsi maka masing-masing orang harus punya komitmen untuk tidak korupsi. Perwakilan dari agama Budha juga berdoa agar Indonesia terbebas dari penyakit korupsi yang menghambat pembangunan negeri ini.
Peringatan Hari Anti-Korupsi juga di gelar di 33 Provinsi di Indonesia secara serentak. [cp]
Masuk: 10 Des 2009 (12:21 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi