| Lintas Agama lainnya |
Soofi Mohammad Ishaq dari kota Talagang telah menghadapi tuduhan itu sejak 2009, akan tetapi baru tahun ini pada hari Senin (30/1), Hakim pengadilan kota Jhelum menjatuhkan hukuman mati dan hukuman penjara 10 tahun dan denda 200.000 Rupe Pakistan (sekitar Rp 20 juta lebih).
Soofi Ishaq yang menetap di Amerika Serikat di mana ia bekerja sebagai seorang pendeta. Dia kembali ke kota Talagang, kabupaten Chakwal, provinsi Punjab pada tahun 2009 dan diberikan sambutan hangat oleh ratusan murid-muridnya. Pengikutnya mencium kakinya, tetapi beberapa warga setempat keberatan dengan tindakan muridnya yang membungkuk di hadapan Ishaq, dan kemudian menuduh pengikutnya menjadikan Ishaq seorang nabi.
Kemudian, para penentang Ishaq meluncurkan kampanye melawan dia dan seorang pria muda muslim bernama Asadullah, mengajukan pengaduan penghujatan agama di kantor polisi Talagang.
Sebelumnya, Polisi menjerat Ishaq dengan pasal bagian 295A dan 295C dari Kode Pidana Pakistan dan kemudian kasusnya didengar oleh Hakim Sajid Awan dari pengadilan kota Chakwal.
Setelah selesai sidang, Hakim Sajid menetapkan tanggal untuk mengumumkan keputusan, tetapi kemudian dia menulis surat ke Pengadilan Tingkat Provinsi Punjab di Lahore untuk memberitahukan bahwa dia tidak bisa mengumumkan vonis di Chakwal karena risiko keamanan.
"Hakim Sajid Awan mengaku bahwa ia akan memutuskan di pengadilan Chakwal, dan tidak dapat mengumumkan vonis di Chakwal karena risiko keamanan, oleh karena itu, kasus ini harus dirujuk ke kabupaten lain (yaitu ke kabupaten Jhelum)," kata pengacara pembela Ishaq, Akhtar Chaudhry Mehmood.
"Klien saya memohon kepada pengadilan bahwa ia tidak terpikir sengaja melakukan penghujatan. Dia mengatakan dalam pengadilan bahwa ia percaya bahwa Nabi suci Muhammad (saw) adalah seorang Nabi Allah, "kata pengacara pembela Ishaq, Akhtar Chaudhry Mehmood.
Ketika dihubungi oleh koran Dawn, sang pelapor, Asadullah mengaku telah melihat pengikut Ishaq menundukkan kepala mereka didepannya dan mendengar mereka meneriakkan slogan-slogan "Yaa Rasul Allah."
Ketika ditanya mengapa para pemimpin Islam lainnya tidak bergerak melawan Ishaq, Asadullah menjawab, "Aku adalah orang yang pertama melihat cara pengikut Ishaq berperilaku dan saya merekamnya di kamera saya. Dan Allah SWT. telah memberi saya keberanian untuk bergerak melawan penghujat itu." []










Komentar Pembaca
Rekomendasi