| Lintas Agama lainnya |
"Kami sangat prihatin dengan pergaulan bebas para remaja sekarang ini, sehingga mereka tidak takut lagi dengan hukum agama Islam," kata Sekretaris Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Aly di Banda Aceh, Selasa (1/12), menanggapi peringatan Hari AIDS.
Dia mengatakan, pergaulan para remaja sekarang ini tidak lagi sebatas "khalwat" (berdua-duaan), tapi sudah menjurus ke "ikhtilat" (berpelukan dan ciuman) di tempat-tempat umum, seperti kafe dan pantai.
Jadi, hal-hal yang ditabukan pada zaman dulu, kini tidak berlaku lagi sebagai akibat pergaulan yang begitu bebas. "Kalau ini tidak segera dicegah, maka kita khawatir para generasi muda Aceh bisa terjerumus pada pergaulaan yang lebih bebas lagi, yaitu perbuatan zina yang berpotensi terjangkitnya penyakit HIV/AIDS," katanya.
Faisal menyatakan, hampir sebagian besar penderita HIV/AIDS merupakan akibat hubungan seks di luar nikah, sesuatu yang dilarang keras di dalam agama Islam. "Saya menilai, adanya penyakit HIV/AIDS merupakan hukuman dari Allah SWT terhadap orang-orang yang melanggar norma-norma agama," katanya.
Untuk itu, solusi yang paling ampuh adalah bagaimana semua pihak, termasuk Pemerintah Aceh, lebih meningkatkan ketaqwaan para remaja dengan mengadakan pengajian di kampung-kampung. "Para remaja Aceh tidak hanya mencari ilmu dunia, tapi juga bagaimana lebih meningkatkan ilmu agama, baik di sekolah maupun di kampung-kampung," kata Faisal Aly.
Sementara itu, jumlah pengidap AIDS positif di Provinsi Aceh pada 2009 bertambah sembilan orang, sehingga saat ini terdapat 40 kasus HIV/AIDS di daerah tersebut. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Aceh Ormaia Nyak Umar menyatakan, dari sembilan kasus tersebut tiga di antaranya meninggal dunia.
Dia mengatakan, sembilan kasus AIDS tersebut tiga ditularkan dari hubungan seksual dan selebihnya akibat penggunaan narkotika melalui jarum suntik. Sebagian besar penderita akibat jarum suntik adalah laki-laki dan seorang perempuan sedangkan penderita AIDS akibat hubungan seksual adalah perempuan.
Data KPAP Aceh menyebutkan, pada 2004 terdata satu kasus AIDS, 2005 sebanyak dua kasus, 2006 (tujuh) dan tiga di antaranya HIV, pada 2007 (sembilan) dan satu di antaranya HIV, dan 2008 sebanyak 12 kasus dengan dua kasus HIV ditambah sembilan kasus AIDS pada 2009.
Dari 40 kasus HIV/AIDS tersebut 15 penderita meninggal dunia. Data itu menyebutkan, 16 kasus ditularkan akibat penggunaan narkotika suntik dan selebihnya disebabkan hubungan seksual. Data tersebut juga mencatat kasus HIV/AIDS di Aceh didominasi laki-laki, yaitu sebanyak 25 penderita dan 15 lainnya perempuan. Kasus-kasus tersebut terjadi di 17 kabupaten/kota di provinsi itu.
Saat ini Aceh memiliki delapan rumah sakit rujukan pasien HIV dan AIDS (VCT) yaitu RSU Zainal Abidin, RS Kesdam, dan RS Bhayangkara Polri di Banda Aceh. Kemudian, RSU Aceh Tamiang, RSU Langsa, RSU Cut Mutia, Lhokseumawe, RSU Sigli, dan RSU Cut Nyak Dhien, Meulaboh. [rep]
Masuk: 01 Des 2009 (13:12 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi