• Situs ini telah dibuka sebanyak 3.648.061 kali
• OS Anda: Tidak Dikenal
• Browser Anda: Tidak Dikenal
• IP Anda: 38.107.179.221
• Ini adalah kunjungan Anda ke 367
• Unique visitors:
lebih
ditail
Perisai.net - MULAI munculnya kepercayaan Presiden AS, Barack Husein Obama, pada umat Islam untuk menduduki tempat terhormat di parlemen, penasihat presiden, serta usaha Muslim AS menggelar shalat Jumat di Capitol Hill, pertengahan September lalu, kini umat Islam di California (AS), makin bernapas lega. Mereka bersepakat untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi (universitas) berbasis Islam di negara bagian California.
Sejumlah cendekiawan dan organisasi Muslim di Amerika Serikat (AS) akan mendirikan universitas Islam yang terakreditasi di Berkeley, California, mulai musim panas tahun depan. Universitas Islam yang akan diberi nama Zaytuna College ini, ibarat mimpi yang menjadi kenyataan bagi warga Muslim AS yang sejak lama mengumpulkan dana dan menunggu waktu yang tepat, untuk mendirikan universitas itu.
Imam Zaid Shakir, Syaikh Hamza Yusuf, dan Dr Hatem Bazian adalah tiga cendekiawan dan tokoh Muslim AS yang mencetuskan ide pembangunan universitas Islam, yang akan menggunakan motto Where Islam Meets America.
Cikal bakal dari universitas ini sudah dirintis sejak tahun 1996, ketika Hamza Yusuf mendirikan Zaytuna Institute di San Francisco, yang memberikan program pendidikan dan kursus bahasa. Lima tahun kemudian, Imam Zaid Shakir membuat proyek percontohan dengan membuka program teologi dan hukum.
Pengembangan Zaytuna Institute menjadi universitas Islam Zaytuna College, membawa misi untuk memberikan pendidikan dan menyiapkan para profesional, intelektual, dan pemuka agama agar memiliki komitmen moral yang berdasar pada tradisi keilmuan yang Islami, memiliki wawasan terhadap perkembangan budaya terkini, serta cara berpikir kritis di tengah kehidupan masyarakat modern.
Khusus untuk konflik Israel-Palestina, Shakir mengatakan, kebijakan bagaimanan konflik itu digambarkan untuk para mahasiswa akan diserahkan bahwa kebijakan masing-masing profesor yang mengajar.
''Kami berharap siapa pun yang mengajar di universitas ini, bisa melihat dampak secara menyeluruh dari isu-isu yang diangkat dari berbagai sudut pandang dan bisa memberikan penilaian yang mendalam dan benar, tentang situasi yang terjadi. Mereka juga diharapkan bisa menstimulasi para mahasiswa untuk memikirkan solusi dari konflik-konflik, dengan cara yang adil dan bijaksana,'' jelas Shakir. [Rep]
Anthony, Depok | 22 Des 2009 (14:28 UTC+07)
Komentar oki lukman biasa-biasa saja, dan mungkin hampir semua orang muslim berharap yang sama, Pada dasarnya syariat islam adalah sesuatu yang baik yang harus dijalankan oleh teman2 muslim walaupun memang harus lebih ditumbuhkan sikap berbangsa dan bertanah air yang tidak membedakaan orang berdasarkan agama, suku dan ras. Dan haruslah juga disadari bahwa bangsa Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila (bukan Syariat Islam). Untuk itu orang2 Kristen harus ikut ambil bagaian dalam kancah politik bangsa ini (jangan hanya bilang :kotor dan haram) tetapi harus berperan secara aktif sehingga keberadaan kita secara politik memiliki kekuatan. Banyak negara2 yang berdasarkan syariat islam akhirnya memilih demokarasi sebagai asas bernegara dan berbangsa. Jadi kita tidak usah kuatir, tetapi mulailah ambil bagian peran serta politik dan menjalin persahabatan dengan teman2 muslim. PEACE
oki lukman, yogyakarta | 22 Des 2009 (10:24 UTC+07)
yang penting islam maju sesuai dengan syariat agama islam
Anthony, Depok | 05 Nov 2009 (21:11 UTC+07)
Osama, saya anjurkan anda lebih mempelajari alkitab dan iman Kristen dengan lebih baik. Cobalah untuk sedikit lebih rendah hati. Jangan sebarkan permusuhan. Satu lagi pelajarilah ajaran Islam dengan berusmber dari akademisi Islam sehingga anda memperoleh pemahaman yang benar tentang Islam, sayangnya orang-orang islam sendiri kadang tidak memahami ajarannya dengan baik, lalu bagaimana dengan orang lain. Hal ini sama saja dengan orang Islam yang mengklaim sudah memahami ajaran Kristen (dan mengkritik ajaran kristen dengan semangat) padahal sesunguhnya mereka tidak memahami karena belajar dari sumber yang salah. Mari kita jalin dialog lintas agama yang saling membangun. Peace.
osama, jkt | 05 Nov 2009 (13:37 UTC+07)
@anthony..saya anjurkan kamu mempelajari ajaran islam ,,baru kamu komentar tentang kedamaian,,saya bukan mengatakan orangnya akan tetapi ajarannya..jujur saya mengahisi mereka karena itu yang saya imani dari ajaran Isa AS ,,tapi Dia tidak mengajarkan saya untuk mengasihi ajaran islam ..
sekali lagi ini bukan masalh orangnya,,cicak2 di indonesia yang tidak menganut ajaran islam tidak merasa prustasi dgn kmajuan eropa mungkin juga cicak2lain yang ada di kolong langit ini kecuali cicak 2 yang kamu maksud,jbu
Anthony, Depok | 05 Nov 2009 (09:29 UTC+07)
Osama, ketika kebenciam harus dibalas dengan kebencian maka sesungguhnya kita tidak ada bedanya dengan mereka, lalu dimana nilai lebih kita? Tidak semua orang Islam memiliki kebencian yang seperti yang anda gambarkan. Banyak diantara mereka adalah orang2 yang bersahaja dan penuh kasih. Memang kadang tingkat pendidikan mereka yang umumnya masih rendah sangat mempengaruhi cara berpikir mereka. Hal yang sama juga dialami oleh suku-suku bar bar (eropa sekarang) ketika mereka masih bodoh. Disadari atau tidak eropa "berhutang peradaban" kepada kebudaya maju (zaman dulu) jazirah arab. Yang saya lihat saat ini adalah kemunduran peradaban yang luar biasa di jazirah arab (mulai dari abad 18) dan penguasaan erapa (moderen) terhadap timur tengah yang menimbulkan rasa frustasi dikalangan islam karena "perjumpaan itu seperti cicak melawan buaya. Siapa yang tidak frustasi. Hal inilah yang membuat kita harus mulai meredakan perselisihan dan memberikan ruang untuk hidup bersama. Saya yakin itu yang sedang dilakukan Obama, walapun pasti banyak orang tidak paham. Tetapi paling tidak 80% rakyat AS memahaminya. Peace.
osama, jkt | 04 Nov 2009 (19:49 UTC+07)
@antony......lihat realita yang terjadi jangan menggunakan perasaan anda ..siapa yang melakukan teror,penolakan terhadap hukum pemerintahan yang telah ada ,,,di mana ada islam di situ ada pemberontakan,kecuali anda mau tunduk dengan ajaran islam atau membayar pajak pada mereka,,wong mereka pendatang tapi mau menguasai ,,itu hukum yang waras atau tidak...semua agama mengajarkan agar kita hidup berdampingan dengan agama lain kecuali islam...sunah rasul....
Anthony, depok | 04 Nov 2009 (12:17 UTC+07)
Selamat buat Amerika, karena ini adalah salah satu bukti lagi bahwa Amerika terbuka untuk semua bangsa, golongan dan agama. Bukankah Allah kita juga begitu?
Sekarang adalah era dimana kasih persaudaraan lebih diutamakan dari pada prasangka negatif terhadap orang lain. Bukankah Yesus juga mengajarkan hal itu kepada kita?
osama, jkt | 31 Okt 2009 (23:11 UTC+07)
tanda2 akhir zaman,,,,bersiap lah saudara ku akan ada peganiayaan yang lebih besar lagi..tapi Tuhan kita tak akan membiarkan anak2nya binasa amin...doakan lah musuh2 mu
NEpho, Medan | 27 Okt 2009 (12:39 UTC+07)
Sholat Jamaah di Capitol Hill....sungguh mendukacitakan....Amerika telah hilang identitas..
Apakah ini merupakan suatu kemunduran amerika..? Ingat..!! Amerika adalah negara dimana Nilai kekristenan yang menjadi dasar negaranya....walaupun mungkin tidak tersirat secara langsung.
Sekali OBama melaukan praktik yang menjauh dari TUhan....dan saya kira jika pemimpin nya begini maka tinggal menunggu waktu untuk melihat kehancuran Ameika.
Jangan pernah berkompromi dengan allah lain....
Btw, Prediksi saya , jika Amerika tetap begini, maka saya Prediksi akan muncul negara SUper POwer baru yang akan diangkat Tuhan.....dan menurut saya Australia...yach Australia akan menjadi negara SUper Power baru......karena di Australia sudah terjadi pergerakan untuk mengembalikan bangsa ke dasar yang mendirikan negara australia yaitu kekristenan.......
Selamat untuk Australia dan berdukacita untuk Amerika Serikat...