| Lintas Agama lainnya |
“Baik dari sisi kuantitas dan kualitas lebih besar dari tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya, dari segi kualitas, belum pernah terjadi tindakan intoleransi hingga berwujud pembunuhan," kata Rumadi, peneliti Wahid Institute. "Namun, tahun ini ada tiga orang Ahmadiyah dibunuh di Cikeusik, ada tindakan kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah. Tahun 2011 ini naik dan mengkhawatirkan.”
Rumadi menambahkan bahwa tindakan tidak toleran paling tinggi terjadi di Jawa Barat, yaitu sejumlah 105 kasus. Sedangkan bentuk tindakan intoleransi paling tinggi adalah intimidasi atau ancaman kekerasan sebanyak 48 kasus. Dari segi pelaku, yang paling banyak melakukan tindakan intoleransi adalah ormas radikal FPI sebanyak 38 kasus.
“Pelaku intoleransi paling banyak adalah orang-orang yang mengugnakan atribut FPI. Baik itu memang FPI atau yang menggunakan atribut FPI. Kemuadian ada masyarakat yang terorganisir namun sulit diidentifikasi,” kata Rumadi.
Rumadi menilai Pemerintah dapat mencegah tindak kekerasan dan perilaku intoleran FPI jika memiliki komitmen. Hal ini misalnya terlihat pada 2008, dimana tindak kekerasan ormas pimpinan Rizieq Shihab tersebut relatif menurun. Saat itu, Rizieq dan Panglima Komando Laskar Islam Munarman divonis penjara pengadilan. Keduanya terbukti melakukan kekerasan fisik terhadap kelompok masyarakat yang memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Saat itu Shihab dan Munarman ditahan selama 18 bulan. []
Masuk: 30 Des 2011 (03:09 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi