| Lintas Agama lainnya |
"Bukan itu kan bisa saja, kalau dia terus bicara MA, MA mana ? Begitu Forkami melakukan MA dia kaget juga. Jadi dia tuh pertimbangan apa, kita transparan aja. Kajian sudah disebut jelas. Justru mereka melintir. MA di bab terakhir disebut silahkan tuntut lagi. Boleh boleh saja tidak ketemu, tetapi mereka yang tidak mau ketemu," kata Diani kepada KBR68H.
Diani juga menambahkan bahwa relokasi adalah cara yang paling baik untuk meredam konflik. Hal tersebut diungkapkan Diani saat bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna membahas kisruh GKI Yasmin di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
GKI Yasmin Membantah
Sementara itu, pihak GKI Yasmin membantah telah menolak untuk bermediasi dengan Walikota Bogor Diani Budiarto. Juru Bicara GKI Yasmin Dwiati Novita Rini mengatakan Jemaat GKI Yasmin telah melakukan mediasi pada awal Gereja GKI di Segel, namun Pemerintah Kota Bogor meminta Jemaat untuk membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Dia menambahkan Jemaat GKI Yasmin tetap menolak untuk relokasi tempat ibadah.
"Jadi sudah tanya langsung ke Walikota tapi jawaban Walikota harus ambil langkah hukum makannya kita ambil langkah hukum terus setelah langkah hukum tahap pertama di bandung selesai di Jakarta selesai di MA selesai terus PK selesai. Terus kami dibilang mediasi lagi kami sudah tidak mau. Karena dulu itu sudah tahapan awal-awalnya itu sudah pernah," kata Dwiati kepada KBR68H. []
© KBR68H
Masuk: 15 Nov 2011 (15:39 UTC+07) | edit terakhir: 15 Nov 2011 (15:42 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi