| Lintas Agama lainnya |
Layanan Internal Revenue , Yayasan MacArthur, dan grup pengacara, mengajak Advokat Muslim yang terbentuk bulan lalu, untuk menginstruksikan pemimpin Muslim area Chicago, melakukan cara lebih baik melaporkan aliran dana bantuan. Beberapa cara yakni dengan membuat pembukuan lebih transparan, atau meyakinkan petugas AS, bahwa uang yang mereka kumpulkan tak akan berakhir di tangan teroris.
Itu bagian dari upaya beberapa Muslim untuk menghindari salah langkah di masa lampau. Langkah yang sekaligus dianggap bersih-bersih rumah setelah periode serangkaian penyelidikan ketat FBI atas yayasan dana bantuan Islam.
Inisiatif itu sendiri diinspirasi pemimpin generasi baru, yang diyakini Muslim terbentuk karena iklim baru di bawah pemerintahan Barack Obama. Better Busnines Bureau (BBB), institusi pengawasan bisnis di AS juga terlibat.
Sejumlah organisasi Muslim menandatangani pemeriksaan ketat terhadap rekaman aliran dana oleh badan pengawas dana di BBB. Sejauh ini delapan organisasi Muslim telah memulai proses tersebut. Di antaranya termasuk sebuah masjid di Waukegan dan Jaringan Aksi Muslim Dalam Kota (IMAN) di lingkungan Taman Marquette, Chicago.
"Kami menilai, jika langkah ini membantu agen pemerintah merasa aman melihat kami melakukan praktek pengumpulkan dana dengan baik, maka kami ikut serta," ujar Rami Nashashibi, direktur eksekutif IMAN. Organisasi itu merupakan lembaga lokal pertama yang menandatangani program itu terlepas dari mereka telah melakukan semua prosedur dengan baik dan benar.
Selama delapan tahun terakhir Departemen Keuangan AS telah menuding enam yayasan bantuan berbasis Muslim sebagai pendukung terroris dan membekukan dana mereka. Para yayasan tersebut hingga kini tidak pernah menerima panggilan lebih lanjut maupun pemberitahuan dimana aset mereka yang dibekukan.
Lusinan organisasi Muslim plus pimpinan mereka mengalami sejumlah pemeriksaan dan interogasi oleh petugas negara bagian. Dua pemimpin Holy Land Foundation bahkan divonis pengadilan Dallas, 65 tahun penjara atas dakwaan menyalurkan dana jutaan dollar ke HAMAS, organisasi pergerakan di Palestina yang dianggap teroris oleh AS.
Meski kasus itu sempat membuat ngeri, namun tak menyurutkan pemimpin Muslim untuk tetap menggalang dana, terlebih setelah mereka didorong oleh aura pemerintahan Obama. Di Kairo, presiden mengajak menemukan solusi untuk masalah dana bantuan.
"Di Amerika Serikat, aturan dana bantuan membuat sulit bagi Muslim untuk melaksanakan kewajiban mereka membantu," ujar Obama. "Karena itu, saya berkomitmen bekerja sama dengan Muslim Amerika untuk memastikan mereka dapat melakukan zakat," ujarnya.
Farhana Khera, direktur eksekutif Adovakat Muslim mengatakan komunitas Muslim kerap frustasi selama pemerintahan Bush, terutama menyangkut isu zakat dan dana bantuan. Ia mengaku terkejut mendengar Obama menyampaikan hal itu. "Sangat gembira mendengar ia akan berkomitmen dengan Muslim," ujarnya. [rep]
Masuk: 13 Jun 2009 (22:41 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi