| Alkitab lainnya |
Sikap para murid Yesus tersebut sering menjadi cermin bagi banyak orang Kristen yang hanya terkagum-kagum oleh pengalaman "adikodrati" dan hal-hal yang menakjubkan tetapi mereka melalaikan tugas atau tanggungjawabnya di dunia ini. Mata mereka mungkin berbinar-binar saat mereka melihat berbagai hal menakjubkan tentang kehidupan "surgawi" tetapi mata hati mereka segera menjadi redup saat harus berhadapan dengan realitas hidup yang keras dan pahit.
Malaikat menegur sikap para murid agar mata mereka tidak terus-menerus tertuju untuk menatap langit, tetapi mereka diingatkan untuk kembali ke dunia realitas mereka dan melakukan tugas panggilan sambil menantikan kedatangan Kristus kembali. Itu sebabnya sebelum Kristus naik ke surga, Ia berkata: "tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kis. 1:8). Roh Kudus dicurahkan untuk memampukan kita berkarya di dunia bagi kerajaan-Nya.
Bagaimanakah sikap kita sebagai orang percaya? Apakah kita lebih cenderung menatap "ke atas" dan tidak peduli dengan tanggungjawab di dunia?
Ingatlah perumpamaan yang diajarkan Yesus tentang hamba yang ditinggal tuannya pergi ke luar negeri. Hamba yang baik dan setia adalah hamba yang mengerjakan tugasnya sementara tuannya tidak ada.
Yesus sudah naik ke surga, namun Dia akan datang kembali. Saat Ia kembali, jadilah hamba yang kedapatan sedang giat bekerja, bukan hamba yang hanya terus menatap ke langit. []
© Pdt. Timotius Asmoro, S.Th
Gembala Sidang GKRI Diaspora Cinere
Masuk: 22 Mei 2009 (18:15 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi