| Alkitab lainnya |
Berefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Jika kita cermati kiranya kekayaan pengalaman yang paling banyak dimiliki orang adalah ‘marah/menggerutu/ mengeluh’.
Ada yang tidak sesuai dengan selera pribadi, entah itu makanan, minuman, suasana, pekerjaan, dst.. pada umumnya orang mengeluh atau marah; kurang diperhatikan marah, lapar marah, kenyang mengeluh, tetapi ketika ada orang korupsi tidak mengeluh atau marah.
Marah merupakan ‘bahasa tengah’ dari yang halus ke yang kasar: mengeluh-> menggerutu-> ngrasani -> marah -> menyakiti secara phisik yang lain-> membunuh.
Dengan kata lain ‘marah’ berarti menghendaki yang lain, yang dimarahi tersebut, musnah alias jangan ada, mati saja. “Setiap orang yang marah terahdap saudaranya harus dihukum”, demikian sabda Yesus.
Sebenarnya orang marah sudah terhukum dengan sendirinya tanpa dihukum oleh orang lain, karena yang bersangkutan pasti akan menderita batin, kurang disenangi sesamanya dan hukumannya ia berkurang saudaranya karena saudara-saudarinya enggan untuk bertemu dengannya.
Yang sering menimbulkan kemarahan pada umumnya adalah perbedaan-perbedaan: beda selera, beda pendapat, beda usia, beda jabatan, dst…
Ingat dan sadari bahwa Tuhan menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan berbeda satu sama lain, namun yang berbeda tersebut tergerak untuk saling mendekat dan mengasihi. Dengan kata lain apa yang berbeda menjadi daya tarik untuk bersatu atau bersaudara.
Dalam ilmu listrik unsur ‘plus’ dan ‘minus’ bertemu menghasilkan sinar terang yang membahagaikan, sebaliknya ‘plus’ bertemu dengan ‘plus’ atau ‘minus’ bertemu dengan ‘minus’ terjadilah kebakaran atau pemusnahan Maka hendaknya jika ada perbedaan-perbedaan di antara kita jangan dijadikan daya permusuhan atau sumber kemarahan, melainkan jadikan daya tarik untuk membangun persaudaraan atau persabahatan yang sejati. Jutaan atau milyaran manusia di dunia ini tidak ada yang sama, tetapi berbeda satu sama lain.
· “Kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel “(1Raj 18:46).
Mempersembahkan atau mengandalkan diri seutuhnya kepada Tuhan akan lebih berhasil daripada mengandalkan diri pada aneka macam sarana-prasana duniawi, itulah yang terjadi. Maka marilah kita di dalam hidup sehari-hari, entah di dalam keluarga, masyarakat atau tempat kerja lebih mengandalkan Penyelenggaraan Ilahi daripada aneka macam sarana-prasarana duniawi.
Mengandalkan diri pada Penyelenggaraan Ilahi antara lain berarti senantiasa dengan rendah hati berusaha untuk menemukan karya-karya Tuhan dalam dan melalui ciptaan-ciptaan-Nya, terutama melalui atau dalam diri manusia, yang diciptakan sesuai dengan citra atau gambar Allah.
Karya-karya Tuhan tersebut antara lain menggejala dalam sikap dan perilaku yang baik atau budi pekerti luhur, yaitu: “bekerja keras, berani memikul resiko, berdisiplin, beriman, berhati lembut, berinisiatif, berpikir matang, berpikiran jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bersikap konstruktif, bersyukur, bertanggungjawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdik, cermat, dinamis, efisien, gidih, hormat, jujur, berkemauan keras, kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, mawas diri, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai waktu, pemaaf, pemurah, pengabdian, pengendalian diri, produktif, rajin, ramah tamah, rasa kasih sayang, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, setia, sikap adil, sikap hormat, sikap tertib, sopan santun, sportif, susila, tangguh, tegas, tekun, tetap janji, terbuka, ulet” [lihat Prof. Dr. Edi Sedyawati (ed), Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Jakarta: Balai Pustaka, 1997].
Temukan dan imani sikap dan perilaku tersebut baik dalam diri Anda sendiri maupun sesama dan saudara-saudari untuk membangun dan memperdalam hidup bersama yang efisien, efektif dan afektif.
“Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai”(Mzm 65:12-13).
© Romo Maryo
Masuk: 11 Jun 2008 (19:25 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi