| Alkitab lainnya |
Di kapernaum ada seorang pegawai istana (Basilikos) , anaknya sedang sakit bahkan hampir mati (ayat 47 b). Pada zaman itu seorang pegawai istana dapat dikatakan orang yang sangat berkedudukan, bahkan secara manusiawi pada masa itu seorang pegawai itu kelihatanya tidak pernah mengalami masalah dalam kehidupannya. Tetapi pada kenyataannya pegawai istana tersebut mengalami satu pergumulan yang sangat berat, yaitu anaknya sedang sakit, bahkan hampir mati.
Anak sangatlah penting dalam keluarga. Sebab seorang anak adalah penerus orang tuanya. Ketika orang tua meninggal dunia maka anaklah yang menjadi pegantinya. Sehingga ketika anak pegawai istana ini sakit bahkan hampir mati dirinya sangatlah khawatir. Kemungkinan besar anak pegawai istana ini telah dirawat oleh tabib-tabib yang ada di Istana. Sebab setiap istana selalu ada tabib atau bahasa populernya sekarang ini dokter istana, tetapi anak itu tidak kunjung senbuh.
Perlu kita ketahui bahwa TUHAN tidak pernah memandang kedudukan, jabatan seseorang. Demikian juga dalam realita hidup, jabatan seseorang, kedudukan seseorang tidak menjamin orang tersebut babas dari tantangan rintangan dan persoalan.
Lalu dibalik kekhawatiran sang pegawai istana itu tentunya sebagai seorang ayah yang baik, ia ingin mencari jalan keluar, bagaimana anaknya supaya dapat sembuh. Pada ayat 47 dikatakan “Ketika ia mendengar (Akouo). Pegawai istana itu sudah pernah melihat atau menyaksikan perbuatan-perbuataan Yesus, sebab sebelumnya Yesus sudah datang di Kana lalu melakukan mujizat pada perkawinan, dimana air dirubah menjadi anggur.
Ketika ia mendangar Yesus datang lagi ke Kana maka ia pergi kepada-Nya. Pendengaran itu penting bagi orang percaya, kita sudah sering mendengar Firman TUHAN, tetapi dalam prakteknya, kita hanya sebagai pendangar yang yang baik, tidak bertindak sebagai pelaku yang baik. seharusnya orang percaya menjadi pendengar yang baik dan pelaku yang baik. sehingga Firman TUHAN itu dapat hidup dan berkarya dalam kehidupan kita.
Lalu setelah pegawai istana itu mendengar maka sipegawai istana itu melakukan satu tindakan. Pada kalamat selanjutnya ayat 47 dikatakann “Pergilah ia kepadan-Nya(kepada Yesus).” kata kuncinya adalah pergi. Sipegawai istana tidak hanya berdiam diri, dia datang menghampiri Yesus. sebab sipegawai istana itu tahu dan mengimani bahwa; ketika pergi kepada Yesus, pergumulannya akan diberikan jalan kelaur, pegawai istana itu Tahu bahwa Yesus mampu merubah segalanya. Sakit yang dialami anaknya disembuhkan, bahkan pada ayat lain dikatakan, Yesus merubah kematian menjadi kehidupan.
Banyak persoalan yang kita hadapi dalam hidup ini. Tetapi sering sekali kita menyerah pada persoalan itu. Bahkan ketika persoalan melanda kita sering sekali yang kita datangin adalah dukun atau sejenisnya. Kita lupa bahwa ada Yesus tempat kita megantungkan dan menyerahkan persoalan kita.
Sesama kita mungkin menolak kita ketika kita datangin mereka dikala pergumulan persoalan melanda kita. Saudara, teman mungkin tidak perduli ketika kita datang bercerita tentang pergumulan kita. Tetapi datanglah kepada Yesus, sebab Yesus selalu setia menantikan siapa saja. Yesus tidak memandang jabatan dan kedududukan saudara. Datanglah kepadanya. Mintalah apa saja yang ingin anda minta. Sama seperti pegawai istana yang meminta kepada Yesus supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya yang hampir mati.
Sekali-dua kali jikalau kita meminta bantuan kepada keluarga, teman, sahabat, dan lain-lain, mungkin masih mau membantu. Tetapi perlu kita ketahui bahwa pertolongan TUHAN tidak hanya sekali-dua kali melainkan kekal untuk selama-lamanya.
Bergantung harap kepada sesama manusia akan membuat anda kecewa. Tetapi bergantung harap kepada TUHAN anda tidak akan dikecewakan. Janji manusia boleh ingkar, tetapi janji TUHAN tidak pernah berubah selama-lamanya.
Pada ayat-ayat selanjutnya dikatakan bahwa anak pegawai istana itu sembuh dari sakit. Lalu ia dan seluruh keluarganya menjadi percaya.
© Nofedin Waruwu
Aktivis Magen Avraham
Masuk: 12 Jun 2008 (11:09 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi