| Khotbah/Renungan lainnya |
Harapan itu terasa semakin dekat pasca-tumbangnya rezim Orde Baru. Ketika kita sama-sama memasuki era reformasi, yang dicapai dengan harga yang sangat mahal. Tidak saja dengan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya, tetapi juga dengan pengorbanan nyawa.
Namun, harapan membangun "Indonesia Baru" sepertinya kian terasa mustahil. Berbagai persoalan di negara ini yang tak kunjung selesai, menumbuhkan sikap-sikap pesimis terhadap perkembangan bangsa ini. Belum juga pulih kondisi bangsa akibat krisis ekonomi tahun 1997 silam, kini bayang-bayang krisis ekonomi yang lebih parah semakin meneror bangsa ini.
Siapkah kita menghadapi kondisi semacam ini?
Sikap pasif hanya akan menguburkan cita-cita "Indonesia Baru" dan bisa memenjarakan kita pada keadaan yang serba tak pasti seperti sekarang ini. Pada akhirnya, ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
Yoses R
Aktivis Magen Avraham
⇒ 12 Jun 2008 (12:23 UTC+07)








Komentar Pembaca
Diskusi