| ||
| Khotbah/Renungan lainnya | ||
Paulus berbicara soal hikmat sebab hikmat (sofia) adalah bagian yang sangat melekat dengan kehidupan orang-orang Korintus. Tak hanya orang percaya, orang-orang yang belum percaya pun memahami apa itu “hikmat” dalam tradisi Hellenis.
Kita mengetahui bahwa ada begitu banyak pecinta hikmat di wilayah-wilayah Hellenis. Mereka kita kenal dengan sebutan “filsuf” (dari Bahasa Yunani: filo “cinta” dan sofia “hikmat”). Dan rupanya penginjilan di tanah Korintus adalah model penginjilan yang khas yang digunakan Paulus, yaitu dengan melakukan transformasi budaya dan pemikiran, sebagaimana yang digunakan Paulus di Athena.
Transformasi budaya dan pemikiran adalah suatu metode penyampaian Injil dengan menggunakan budaya dan pemikiran setempat. Model seperti ini juga pernah digunakan oleh para penginjil Eropa ketika masuk ke Indonesia pada zaman penjajahan.
Banyak nilai-nilai budaya dan pemikiran lokal yang dimanfaatkan untuk menanamkan pengertian Injil yang sesungguhnya.
Kini, Paulus melihat adanya kekeliruan dalam model penginjilan itu. Sebab, ternyata Jemaat Korintus telah memaknainya secara mentah-mentah.
Mereka diberitahu bahwa Injil adalah “hikmat” (sofia), maka kini mereka berpikir bahwa segala ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
Magen Avraham
⇒ 19 Sep 2009 (19:14 UTC+07)










Komentar Pembaca
Diskusi