| ||
| Artikel lainnya | ||
Episode itu menarik bagi penulis Taurat, sehingga cukup banyak dikutip kemudian dan menjadi acuan penting bagi mereka untuk meyakinkan pembacanya bahwa Tuhan itu ada. Oleh mereka, Tuhan yang begitu melekat di dalam benak Abraham itu pun kemudian ditafsirkan sebagai YHWH yang diperkenalkan oleh Musa. Pada akhirnya, kita hanya punya tafsir atas hidup Abraham, bukan sebuah otobiografi atau biografi yang ditulis oleh orang yang sezaman dengannya. Sebuah kelemahan akademis yang “terpaksa” diyakini sebagai kebenaran iman. Ibaratnya kita membaca sebuah kisah tentang Elvis Presley yang ditulis oleh si Cecep, penggemar beratnya, yang justru baru lahir di tahun 1980-an ketika Elvis Presley menjadi legenda dalam dunia musik.
Itulah sebabnya Philo Judæus, seorang ahli sejarah dan filsafat Yahudi yang hidup menjelang abad pertama hingga periode Yesus, menganggap bahwa Abraham bukanlah sosok historis. Abraham dan Terah, ayahnya, adalah sosok alegoris. Mereka hanyalah kiasan semata yang diceritakan oleh para penulis Taurat untuk menjelaskan makna yang lebih dalam. Menurut Philo, akar kata “Terah” berarti “menjelajahi” atau “menyelidiki.” Demikian juga Haran bukanlah nama tempat, tetapi berarti “penggalian” atau “persepsi pribadi.” Terah dan Abram bukanlah sosok pribadi yang historis, tetapi mereka dipersonifikasi untuk menjelaskan bagaimana cara menggapai Tuhan.
Hal ini bukan berarti bahwa tidak pernah ada seorang manusia yang bernama Abraham dalam silsilah Israel kuno. Memang tidak banyak bukti historis untuk membuktikan keberadaan Abraham secara jelas, apalagi ia adalah seorang pengembara.
Menurut cerita kelima Taurat Musa, Abraham adalah seorang Mesopotamia yang kemudian keluar dari sana menuju ke Kanaan. Pengembaraan dari Mesopotamia ke Kanaan merupakan pengembaraan panjang yang mengakibatkan Abraham bersentuhan dengan berbagai peradaban yang ada di sekitar Mesopotamia dan Kanaan.
Perubahan nama Abram ke Abraham sendiri mendapat sentuhan teologis dalam cerita Taurat. Perubahan itu dikatakan berasal dari YHWH, dan penambahan huruf He pada nama Abram menjadi Abraham adalah karena huruf He adalah huruf yang terkandung dalam nama YHWH itu sendiri.
Th. C. Vriezen, seorang ahli Perjanjian Lama, justru menemukan ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
© Yosi Rorimpandei
Aktivis Magen Avraham
⇒ 02 Apr 2009 (13:40 UTC+07) | edit terakhir: 02 Apr 2009 (14:17 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi