| ||
| Artikel lainnya | ||
Dengan mengacu itu, di bawah nanti kita akan melihat terjadinya perubahan harafiah dari bapa menjadi bapak, yang kemudian berkembang menjadi dua entri yang sama-sama terpakai, masing-masing bertalian dengan tradisi yang melahirkan semacam truisme yang khas disertai rasa percaya, yang membuatnya terbatas di satu pihak, dan tradisi yang berkembang dan membuatnya berubah dan menjadi leluasa di lain pihak.
Sebegitu jauh, dua lema itu, yaitu bapa dan bapak, baru kita jumpai pembedaannya secara harafiah, tanpa uraian yang jelas, melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia di bawah selia Anton M Moeliono. Apa yang dicatat oleh kamus resmi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen P&K, atas dua kata tersebut, memang tidak kita jumpai dalam kamus standar sebelumnya, Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh WJS Poerwadarminta. Dalam kamus Poerwadarminta itu kita hanya membaca satu lema saja, yaitu: bapa(k). Ini artinya, kata ini bisa dibaca bapa, bisa juga bapak. Huruf 'k' di situ, sesuai dengan ejaan Suwandi, dimaksudkan sebagai ganti tanda ('), yang dalam tulisan Melayu lama beraksara Arab gundul biasanya ditandai dengan hamzah.
Walaupun memang tanpa uraian yang jelas mengenai mengapa ada bapa dan ada pula bapak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, toh dengan menghadirkan saja dua lema dengan perbedaan harafiah, tanpa disertai pula tanda anak panah yang lazim untuk rujuk silang, maka cukup beralasan disimpulkan bahwa kamus ini telah menunjukkan dua tradisi yang dimaksud di atas.
Sebelum kita memeriksa lebih rinci mengenai hal itu, coba kita perhatikan terlebih dulu soal bagaimana kamus ini memberi deskripsi akan kedua lema tersebut:
bapa, orang laki-laki yang dipandang sebagai orang tua...
bapak, 1 orang tua laki-laki, ayah; 2 orang laki-laki yang dalam pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dengan ayah; 3 orang yang dipandang sebagai orang tua atau orang yang dihormati; 4 panggilan kepada orang laki-laki yang lebih tua dari yang memanggil; 5 orang yang menjadi pelindung; 6 pejabat...
Khusus menyangkut lema bapa, maka dengannya kita dapat melihat dengan jelas akan hubungan tradisi bahasa tulis yang berpangkal pada masa di mana perkataan ini pertama kali muncul dalam pustaka bahasa Indonesia beraksara Latin. Pustaka pertama Indonesia yang beraksara Latin tentu saja muncul di sini setelah bangsa-bangsa Barat menjelajah kemudian menjajah Indonesia. Salah satu buku penting dari kepustakaan lama yang dalamnya tersua perkataan bapa dengan pengertian yang khas, pertalian yang unik, dan penghayatan yang istimewa bagi pemakainya, adalah terjemahan Melayu atas kitab suci Nasrani. Penerjemahan kitab suci Nasrani, yang notabene merupakan buku-buku awal bahasa Indonesia dengan huruf Latin, seluruhnya dikerjakan oleh orang-orang Belanda sejak tahun 1629-hampir seratus tahun setelah sekolah pertama di Indonesia dengan sistem pendidikan dan pengajaran Barat didirikan di Ambon oleh Portugis-dan terus berulang direvisi dalam setiap abadnya sampai abad ke-20.
Adalah Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh JS Badudu (yang bertolak dari kamus Sutan Mohammad Zain), kita baca dua lema ini, bapa dan bapak dalam deskripsi yang memperjelas hakikatnya masing-masing. Pada entri bapa, kita baca keterangan yang lazim digunakan oleh pihak Nasrani, yaitu Allah Bapa. Keterangannya, "sebutan dalam agama Kristen yang sama dengan dalam agama Islam Allah Subhanahu Wa Taala (Allah SWT)." Sementara, dalam kamus Sutan Mohammad Zain tadi, keterangannya untuk kata bapa adalah, "kurang halus dari pada ayah, lebih halus dari pada pa' saja."
Secara khusus, pertalian antara bapa dan Allah dalam kitab suci Nasrani sebagai buku awal kepustakaan Indonesia beraksara Latin itu, adalah dari perikop Matius 6, yaitu tentang doa yang diajarkan Isa Almasih-dalam terjemahan sekarang-adalah "Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu." Dalam terjemahan-terjemahan bahasa Barat dari mana terjemahan Indonesia berangkat, kalimat ini berbunyi, Belanda: "Onze Vader, Die in de hemelen zijt. Uw Naam worde geheiligd"; Inggris: ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
© Remy Sylado
⇒ 29 Jan 2011 (11:37 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi