| ||
| Artikel lainnya | ||
Kelirumologi, digulirkan oleh Jaya Suprana beberapa tahun lalu, telah menguak kesadaran kita akan banyaknya kekeliruan yang lazim dilakukan oleh manusia. Oleh karena lazim keliru, maka yang keliru itu kemudian yang dianggap benar. Kelirumologi bukan hanya terjadi dalam kehidupan sosial dan sehari-hari, tetapi juga merambah ke dalam gereja.
Satu kata yang cukup sering dan biasa digunakan di dalam gereja, cukup sering disalahartikan dan keliru dipahami adalah liturgi. Ada yang menganggap liturgi adalah (hanya) tata ibadah, ada yang menyamakannya dengan urutan ibadah seperti halnya urutan acara. Ada yang mengartikanya dengan para petugas ibadah, atau hanya kertas (yang dipakai untuk) ibadah. Membuntuti kekeliruan tersebut, muncullah kerancuan dalam pemakaian, misalnya jemaat lazim menyebut “liturgi ibadah hari Minggu,” atau “liturgi kebaktian Paska,” dsb. Kekeliruan ini cukup lazim tersurat dan tersirat, baik di kalangan umat maupun Pendeta.
Bukan hanya itu. Salah arti dan kekeliruan juga terjadi terhadap unsur-unsur liturgi. Introitus, votum, salam, doa syafaat, komuni, adalah sebagian dari unsur-unsur yang biasa keliru dipahami. Umat keliru memahaminya bukan hanya pada mengartikan istilahnya, tetapi juga memahaminya. Kekeliruan tersebut menyebabkan pula kekeliruan dalam pemakaian dan penempatannya dalam perayaan liturgi.
Ironisnya, hal ini masih terjadi setelah hampir 72 tahun STT Jakarta berdiri, rata-rata 60 tahunan Sinode-sinode Protestan Indonesia berdiri, dan seratus tahun lebih Jemaat atau Gereja-gereja Protestan di Indonesia eksis di bumi Nusantara. Umur liturgi di Indonesia kira-kira sama dengan umur Gereja-gereja Protestan di Indonesia.
Etimologi
Liturgi berasal dari kata-kata bahasa asing yang kemudian diindonesiakan. Kata-kata asing tersebut berasal dari ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
Rasid Rachman
Pakar Liturgi Gereja
⇒ 16 Mei 2009 (18:50 UTC+07)










Komentar Pembaca
Diskusi