| ||
| Artikel lainnya | ||
Dalam Kekristenan dan juga Islam, keselamatan dipahami sebagai keadaan dimana manusia diselamatkan dari dosa-dosanya. Sementara, dalam agama Yahudi atau Yudaisme, tidak dikenal konsep keselamatan dari dosa-dosa.
Kekristenan dan Islam juga menghubungkan keselamatan dengan penghukuman atau siksaan kekal, sementara, Yudaisme tidak mengenal konsep penghukuman atau siksaan kekal.
Jadi, bagaimana ketiga agama ini memahami tentang konsep keselamatan?
Keselamatan dalam Kekristenan (Kristen)
Fokus konsep keselamatan dalam kekristenan adalah bagaimana TUHAN mengakhiri putusnya hubungan antara manusia dengan-NYA, yang diakibatkan oleh dosa, dengan jalan memperbaiki hubungan (melakukan rekonsiliasi atau pendamaian) dengan manusia (Rm. 5:10,11).
Proses pendamaian ini dilakukan TUHAN dengan jalan mengutus Anak-NYA yang tunggal, yaitu Yesus Kristus, ke dalam dunia. Maka, melalui kematian, kebangkitan dan kemuliaan Kristus, umat manusia diselamatkan. Inilah rekonsiliasi agung yang dilakukan berdasarkan platform rencana TUHAN.
Namun, kemudian, konsep ini berkembang dalam berbagai konsep yang lebih ditail di antara aliran-aliran kekristenan. Misalnya, Gereja Ortodoks dan Katolik menekankan keselamatan pada aspek yustifikasi (pembenaran), gereja (band. konsep ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
Div. Teol. Magen Avraham
⇒ 26 Nov 2009 (21:19 UTC+07)










Komentar Pembaca
Diskusi