| Artikel lainnya |
Beberapa ahli Yahudi dari abad pertengahan mengatakan bahwa nama Musa adalah terjemahan Bahasa Mesir yang berarti “menarik keluar,” yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Ibrani sebagaimana dalam Kel. 2:10 (dari kata m-sh-h).
Sumber-sumber Katolik abad ke-20 menyebutkan bahwa nama Musa berasal dari Bahasa Mesir, yang berarti “lahir.” Nama ini teridentifikasi dari nama-nama orang-orang Mesir, seperti Ah-mose (Ahmose) artinya “lahir dari Ah,” Ptah-mose (Ptahmose) artinya “lahir dari Ptah,” Tuth-mose (Tuthmose) artinya “lahir dari Thuth” dan Raa-mses (Raamses) artinya “lahir dari Ra.”
Tidak hanya Musa yang diketahui memiliki nama Mesir, nama-nama seperti Merari (Kel. 6:15) mirip dengan nama Mesir M-r-r-y, artinya “yang dikasihi” dan Pinehas (Kel. 6:24) mirip dengan nama Mesir Pi-nhsy, artinya “warna tembaga.”
Musa dikenal sebagai nabi yang ideal di kalangan Yahudi. Ia dianggap sebagai pencetus dasar-dasar iman dan tradisi Yahudi, termasuk upacara-upacara dan ritual-ritual keagamaan Yahudi. Bahkan, kelima kitab pertama dalam Tanakh disebut sebagai “Kitab-kitab Musa.”
Masalahnya adalah kapan persisnya Musa hidup atau tepatnya pada zaman dinasti Firaun mana?
Telah dibahas sebelumnya bahwa bangsa-bangsa Ibrani dijadikan buruh di Mesir dalam pembangunan dua kota perbekalan, Pitom dan Raamses (Kel. 1:11). Kemungkinan paling besar bahwa periode perbudakan ini terjadi pada masa ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
© Yosi Rorimpandei
Masuk: 12 Jan 2011 (19:35 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi