| Artikel lainnya |
Akar Historis Persepuluhan
Kata ma‘aser (מעשׂר) yang digunakan dalam Bahasa Ibrani untuk persembahan persepuluhan diambil dari istilah Akkadian (bahasa yang menjadi lingua franca di dunia Semit pada zaman Abraham) esru, esirtu atau esretu, yaitu pajak yang jumlahnya sepersepuluh pada zaman Mesopotamia kuno.
Teks-teks kuno dari Mesopotamia kuno mengenai persepuluhan berasal dari periode Akkad Kuno hingga Neo-Babilonia, sementara di kalangan masyarakat Ugarit, referensi tentang persepuluhan berasal dari paruh kedua milenium kedua sebelum Masehi. Masyarakat Ugarit menyebutnya ma‘sarisa.
Beberapa teks Ugarit mengatakan bahwa ma‘sarisa tidak harus persis sepuluh persen, sebab akar kata ‘-s-r sendiri berarti "perjamuan." Hal yang sama juga terjadi di kalangan Neo-Babilonia. Jumlah persepuluhan bersifat tidak mengikat dan biasanya bergantung pada status sosial seseorang.
Pada zaman Mesopotamia kuno, persepuluhan tak hanya diberikan kepada kerajaan, tapi juga kepada pejabat keagamaan atau pada kelompok atau kaum tertentu, sama seperti ...
--artikel terpotong--
Maaf isi lengkap artikel ini hanya diperuntukkan bagi anggota situs ini. Silakan lakukan pendaftaran (gratis)
© Yosi Rorimpandei
Masuk: 09 Jan 2011 (11:14 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi