| ||
| Berita lainnya | ||
"Jumlah kasus serangan atas gereja meningkat. Delapan belas gereja Katolik dan Protestan menjadi sasaran serangan, termasuk serangan pembakaran terhadap gereja-gereja di Sumatera Utara," kata Romo Benny Susetyo, sekretaris pelaksana Komisi Ekumene dan Hubungan Antar-agama Konferensi Waligereja Indonesia.
Pada 23 Januari lalu, dua gereja dibakar di kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Pelakunya adalah kelompok-kelompok yang tidak suka dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kedua gereja.
Kesalahan Presiden SBY adalah dalam memilih Menteri Agama dari kalangan politik. "Hal ini berbeda dengan kabinet sebelumnya, dimana Menteri Agama bukan berasal dari partai politik. Karena itu, ia dapat fokus pada program-programnya," kata Susetyo.
Susetyo juga melihat lemahnya peranan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) baik di tingkat nasional maupun daerah. FKUB tidak bisa bekerja dengan baik karena manajemennya yang buruk.
Sementara itu, Pendeta Gomar Gultom, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia menilai bahwa Presiden SBY terkesan membiarkan serangan-serangan terhadap gereja-gereja itu terjadi.
Ia mengamati bahwa dalam 100 hari pertama pemerintahan Presiden SBY, Presiden SBY gagal untuk mengambil tindakan hukum terhadap para pelaku.
Mengenai program dialog antar agama yang diselenggarakan oleh Departemen Agama, Pendeta Gultom menilainya gagal menyentuh akar rumput.
Pendeta Gultom menyarankan agar pemerintah bertindak tegas dalam menangani setiap kasus kekerasan yang terjadi dengan menggunakan perangkat-perangkat hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan laporan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dalam 100 hari pemerintahan SBY-Boediono terdapat 20 kasus sengketa gedung gereja serta serangan-serangan terhadap gedung-gedung gereja maupun pengikut agama-agama.
ICRP telah menyerahkan laporan kekerasan sektarian kepada Presiden SBY, tetapi belum menerima tanggapan dari presiden.
Sekjen ICRP, Theopilus Bela, sependapat jika maraknya kasus serangan terhadap gereja-gereja merupakan akibat dari kelalaian Presiden SBY. "Dia adalah orang yang baik, tetapi dia lemah. Dia tidak bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok radikal dan pihak-pihak berwenang yang melakukan kekerasan."
"Saya sangat kecewa karena kasus-kasus serupa terjadi lagi dan lagi di Indonesia, dan tak satu pun telah terselesaikan," katanya. [ucan]
⇒ 12 Feb 2010 (01:21 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi