| Berita lainnya |
Keempat korban yang berusia antara 16 hingga 17 tahun itu diyakini menjadi korban sebuah sekte pemuja setan yang dipimpin remaja bernama Nikolai Ogolobyak.
Sekte itu menjadikan keempat remaja itu sebagai persembahan kepada setan. Mereka sungguh keji. Karena keempat remaja, masing-masing bernama Anya Gorokhova, Olga Pukhova, Varya Kuzmina dan Andrei Sorokin, itu dimasak dan dimakan setelah mereka dibunuh.
Keempat korban hilang sejak akhir Juni lalu. Menurut orangtua mereka, anak-anak itu pamit nonton konser musik tak jauh dari rumah. Namun sejak itu mereka tidak pernah pulang.
Polisi sebenarnya segera menggelar operasi pencarian ke seluruh kota
begitu mendapat laporan hilangnya keempat remaja itu. Namun misteri itu
baru terungkap pertengahan Agustus lalu dengan penemuan sisa-sisa tubuh
korban.
Hasil penyelidikan polisi menunjukkan, keempat remaja itu menelepon
dari sebuah rumah peristirahatan milik Ogolobyak. Menurut seorang
temannya, Kuzmina sempat menelepon dari rumah itu. “Saya tidak suka di
sini. Sepertinya ada yang tidak beres. Nanti saya cerita kalau sudah
pulang,” kata Kuzmina seperti ditirukan temannya.
Menurut polisi, keempat korban dibuat mabuk dengan minuman berakohol terlebih dulu. Setelah itu mereka ditusuk sebanyak 666 kali. Angka itu disebut sebagai salah satu lambang setan, antikristus, dan sering muncul dalam film-film bertema horor seperti The Omen.Semasa hidup remaja-remaja itu dikenal suka berdandan ala Gothic.
Satu persatu dipancing datang ke rumah peristirahatan Ogolobyak yang terletak tak jauh dari hutan di pinggiran kota Yaroslavl. Rumah Ogolobyak sendiri hanya berjarak 250 meter dari lokasi pembunuhan.
Rambut korban ditemukan di bekas api unggun di bawah sebuah pohon. Polisi yakin mereka dimasak di api unggun itu sebelum daging mereka dimakan. Bagian-bagian tubuh pribadi mereka juga dipotong sebagai bagian dari ritual penyembahan setan.
Polisi telah menangkap delapan tersangka. Mereka merupakan anggota
jaringan pemuja setan itu. Seorang di antaranya bahkan mengaku baru
saja menggali kuburan seorang remaja putri yang mereka bunuh dan makan
jantungnya.
Seorang tersangka lain yakin tidak akan dihukum. “Setan akan menolong
saya untuk menghindari tanggung jawab. Kan saya sudah mempersembahkan
banyak korban padanya,” sumbarnya.
Sementara rekannya mengaku ikut sekte itu karena bosan pada Tuhan yang
tidak juga menjadikannya kaya. “Saya berdoa pada Tuhan, tapi dia tidak
memberi saya banyak uang. Lalu saya beralih pada setan dan semua kini
membaik,” katanya.
Terungkapnya kasus pembunuha mengerikan itu cukup mengguncang warga
Rusia. Di negeri itu para pemuja setan diyakini telah melakukan
serangkaian pembunuhan dan mutilasi.
Sebuah salib yang ditanam terbalik, ini juga salah satu simbol setan, menandai lokasi ritual pemujaan sekte itu. Di situ juga ditemukan tulang dan kulit kepala para korban.
Polisi mulai melacak geng itu setelah menemukan bahwa keempat korban
pernah menelepon Nikolai Ogolobyak. Warga sekitar juga mengenal
Ogolobyak, yang oleh neneknya dikatakan pernah bergabung dengan paduan
suara gereja saat masih anak-anak.
Anak buah Ogolobyak digambarkan oleh mantan guru-guru mereka sebagai
anak-anak dengan intelijensia rendah dan suasana hati yang tak jelas.
Mereka antara laion bernama Ksenia Kuznetsova, Alexander Voronov dan
Anton Makovkin.
Salah seorang tersangka diketahui pernah tinggal di sebuah pusat terapi psikologi. Tapi dia kemudian dibebaskan. Remaja itu menolak menanggalkan keyakinannya.
Ayah korban bernama Andrei mengatakan, “Anak saya pernah bilang punya teman pemuja setan dan yang bergaya gothic. Saya tidak khawatir. Saya pikir, 'biarkan saja dia nongkrong di sekitar kuburan. Tidak berbahaya, kan?” imbuhnya.
Di Rusia sering terjadi kasus pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan lain terkait pemujaan setan. Di Moskow saja terdapat 15 sekte setan yang ritual penyembahannya melibatkan angka 666, bintang bersudut lima terbalik (pentagram), dan swastika.
Penganutnya meyakini bahwa mereka harus mendulukan diri sendiri.
Nilai-nilai utama meraka adalah kebanggaan, mengikuti kehendak, ambisi,
dan memenuhi hasrat seksual.
Budaya Gothik dan emo, sebuah aliran dalam musik punk rock, mendapat
pengawasan ketat di Rusia. Penampilan mereka memang cukup mengerikan.
Selain berpakaian serba hitam, mereka juga menindik beberapa bagian
tubuh.
Juni lalu, majelis rendah Rusia menggelar sidang dengan pendapat
tentang undang-undang untuk mengatur situs-situs emo. Juga menghalangi
remaja-remaja berpenampilan gothic untuk masuk sekolah dan
gedung-gedung pemerintah. [sry]
Masuk: 17 Sep 2008 (12:48 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi