| Berita lainnya |
Pendeta Luspida Simandjuntak dipukuli, sementara Penatua S.T. Sihombing ditusuk dengan benda tajam ketika sedang dalam perjalanan menuju tempat ibadah.
Akibat peristiwa tersebut, Pnt. Sihombing berlumuran darah dan dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi. Sampai saat berita ini diturunkan, kondisi Pdt. Sihombing masih kritis akibat pendarahan.
Sementara, jemaat HKBP tetap melanjutkan ibadah sambil menangis.
Pelaku penikaman menggunakan sepeda motor. Diduga peristiwa ini masih terkait dengan upaya ormas Islam untuk menghentikan kegiatan ibadah HKBP Pondok Indah Timur di wilayah tersebut.
Sumber lain menyebutkan ada 9 orang lainnya yang ikut menjadi korban dan kini dirawat di RS Mitra Kelurga, Bekasi.
Informasi ini dibenarkan oleh petugas jaga Kepolisian Resort Bekasi Aiptu Daimun yang dihubungi Kompas.com. "Benar, laporannya begitu. Kejadiannya sekitar pukul 9, sekarang petugas sedang di TKP semua, saya belum mendapat informasi lanjutan. Polda juga terus telepon tanya-tanya ke sini," kata Daimun.
Daimun menjelaskan, lokasi kejadian berada di HKBP Ciketing, Jalan Ciketing Asem RT 03/06, Mustika Jaya, Mustika Sari, Bekasi. "Itu tempatnya sama dengan yang ribut-ribut dulu," kata Daimun.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Pdt. Leonard Nababan, gembala sidang di HKBP Bekasi, yang dihubungi Kompas.com, korban penusukan bernama Pnt. S.T. Sihombing. Menurut Nababan, Sihombing sedang berjalan kaki menuju ke gereja, sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu penusukan terjadi. Pelaku menggunakan sepeda motor, dan langsung melarikan diri, setelah menusuk.
Informasi pertama mengenai tindakan kekerasan ini pertama kali beredar luas di jejaring Twitter. Disebutkan, Pdt. Luspida Simandjuntak dipukuli dan satu penatua (Pnt. S.T. Sihombing) ditusuk benda tajam menjelang ibadah. Disebutkan juga, penatua tersebut dilarikan ke RS Mitra Keluarga Bekasi, karena kritis akibat pendarahan.
Menurut saksi mata, Nelson Sitorus, kepada detikcom. Menurut Nelson, korban adalah Alfian Sihombing.
"Sebelum sampai lokasi ada beberapa orang yang naik motor. Saat mereka lewat menyenggolkan kaca spion kepada korban, lalu orang yang diboncengnya menusukkan benda tajam kepada korban," tutur Nelson.
Usai ditusuk, darah keluar dari perut Afian. Dia pun roboh. Sontak, jemaat yang lain berteriak histeris dan sebagian lainnya membopong Afian.
"Ada aparat yang bersiaga di sana, tapi tidak menduga bakal ada penusukan. Aparat itu membawa korban ke RS terdekat Jati Mulya Center. Karena kondisinya parah langsung dirujuk ke Mitra Keluarga," imbuh Nelson.
Menurut dia, Afian dibawa ke RS dengan sepeda motor. Ketika sepeda motor melaju, beberapa orang yang tidak dikenal melemparinya dengan batu dan tanah.
"Ada juga yang dari mereka menyenggolkan motor kepada jemaat lain dan menendang jemaat dengan kakinya. Mereka sampai oleng dan terjatuh. Beberapa dari kita ada yang langsung emosional, adu fisik dengan orang-orang yang naik motor itu. Tapi kita suruh mundur orang-orang kita, karena ada orang mereka terus berdatangan," tutur Nelson. []
© Berbagai sumber
Masuk: 12 Sep 2010 (10:58 UTC+07) | edit terakhir: 12 Sep 2010 (16:11 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi