| Berita lainnya |
Peristiwa itu bermula saat personel Satpol PP tengah mengamankan proses pemagaran lahan bangunan tua yang terletak diantara gedung PGI dan Kampus YAI. Sebab, jika tidak dijaga dikhawatirkan pedagang kali lima (PKL) akan kembali berjualan di lokasi tersebut. Sehingga akan mengganggu proses pemagaran.
Tapi sayang, sejumlah oknum mahasisa anggota GMKI melempari petugas dengan batu. Petugas pun sabar. Mereka hanya mengelak dan menggunakan tamengnya untuk menangkis lemparan batu. Tapi, lemparan batu itu terus menerus dilakukan, akhirnya anggota Satpol PP kehilangan kendali dan membalas lemparan. Meski hanya terjadi sesaat, peristiwa itu mengundang banyak perhatian pengguna jalan dan masyarakat umum.
Subandi, Kasudin Tramtib dan Linmas Pemkot Jakarta Pusat, ketika ditemui beritajakarta.com, mengatakan, aksi memancing emosi petugas dilakukan oknum organisasi sejak pagi, dan petugas sudah diberikan pengarahan agar tidak melakukan perlawanan dan tetap bertahan.
Aksi lempar batu sebenarnya hanya dilakukan oleh oknum mahasiswa yang mencoba mebuat keruh keadaan. "Mereka saja yang melempar batu, petugas kami tetap bertahan dan tidak ada yang membalas lemparan itu, apalagi melakukan penyerangan," kilah Subandi.
Subandi menjelaskan, ada dua tugas yang dilakukan petugas Tramtb dan Satpil PP di lokasi itu yaitu, mencegah kembalinya PKL berdagang di perempatan Salemba dan mengamankan proses pemagaran yang dilakukan PT Kencana Indotama Persada. "Mereka adalah pemilik sah atas tanah dan bangunan itu berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA). Dan sudah menjadi tugas kita melakukan pengamanan itu," jelasnya.
Hidayatullah, Camat Senen menjelaskan, awalnya lahan yang dilakukan pemagaran itu merupakan tanah sengketa antara PT Kencana Indotama Persada dengan PGI. Namun dalam persidangan sengketa itu dimenangkan PT Kencana Indotama Persada. "Pemilik juga meminta Satpol PP untuk mengawal anggotanya yang tengah melakukan pemagaran," ujarnya singkat. [brj]
Masuk: 28 Ags 2008 (23:04 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi