| Berita lainnya |
Pembakaran Alkitab oleh sekelompok orang itu patut disesalkan. Bahkan protes menentang pembakaran Alkitab Gideon juga disampaikan oleh kelompok Sekuler Malawi, yang selama ini telah meminimalisasi gesekan antaragama.
Hal senada turut pula disampaikan Pendeta McDonald Kadawati, seorang pendeta Kristen kepada Reuters yang meminta pemimpin muslim agar berperan aktif memberikan nasihat pada pengikutnya untuk menghentikan pembakaran Alkitab. "Ini adalah kasus intoleransi agama yang menyedihkan dan kami mengutuk tuduhan yang tidak pasti," kata Kadawati. Dia juga meminta polisi untuk menangkap mereka yang terlibat.
Tentang hal ini, Inspektur Jenderal Polisi Petrus Mukhito kepada Reuters mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan tentang kasus ini, namun enggan menyebutkan berapa banyak Alkitab telah dibakar. Insiden pembakaran Al-Qur'an diduga terkait aksi protes sekelompok orang yang menuduh Yayasan Gideon International mendistribusi Alkitab di sekolah-sekolah Islam. Hal ini diperjelas oleh Imran Sheikh Sharif, sekretaris jenderal Asosiasi Muslim Malawi yang mengatakan "Itu lantaran beberapa orangtua dan pemimpin lainnya merasa khawatir dan telah terpaksa membakar kitab suci ... sebagai bentuk protes," kata Imran Sheikh Sharif, kepada Reuters.
Sementara itu Gideon Internasional dalam website resminya mengatakan telah mendedikasikan Alkitab kepada orang-orang Kristen di seluruh dunia, termasuk membagikan sekitar 90 juta Alkitab di 22 negara di Afrika timur. []
© Reformata
Masuk: 07 Okt 2010 (16:23 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi