| Berita lainnya |
Resolusi tersebut muncul sebagai tanggapan atas kritik yang mengeluhkan bahwa kongres telah menghabiskan 621 juta dolar untuk tiga buah cerita sejarah kuno baru tanpa memberikan penghormatan kepada agama warisan bangsa. Pusat bahasa tersebut dibuka di bulan desember setelah tujuh tahun dalam masa kontruksi.
Ukiran ‘In God We trust' dianggap sebagai salah satu cara untuk menghormati agama warisan bangsa.
Namun Madison Wis, dari kelompok atheis berbasiskan kelompok yang dikenal sebagai Freedom from Religion Foundation menyerahkan berkas perkaranya Selasa kemarin dan mengklaim sebagai pembayar pajak bahwa pengukiran motto ‘In God We Trust' tersebut tidak sesuai dengan undang-undang. Pengukiran motto tersebut diperkirakan akan menelan biaya tidak kurang dari 100 ribu dolar.
Padahal ‘In God We Trust' telah menjadi motto nasional sejak 1956 dan telah muncul di mata uang Amerika sejak 1957.
Kaum atheis sepertinya semakin menggeliat untuk menunjukkan eksistensi mereka di Amerika. Karena mereka sangat menyadari hal ini, begitu eksistensi mereka diakui di Amerika, maka bukan hal yang sulit bagi mereka untuk melebarkan sayapnya di negara-negara lain. Mari terus berdoa agar kebenaran Allah boleh senantiasa ditegakkan di Amerika. [Jwb]
Masuk: 22 Jul 2009 (16:25 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi