| Berita lainnya |
"Kelompok Evangelis menjadi masalah tersendiri bagi Katolik dan Protestan karena cara mereka menyebarkan Injil terlalu agresif dan kurang menghargai budaya setempat," kata Pastor Antonius Benny Susetyo, sekretaris eksekutif Komisi HAK KWI, kepada UCANews 20 Juli lalu.
Cara seperti itu memprovokasi kelompok Muslim radikal untuk menyerang gereja, kata Pastor Benny, mengacu kepada serangan yang dilakukan terhadap gereja Protestan di Jawa Barat dua hari sebelumnya.
Dia juga prihatin dengan kesulitan yang dialami oleh Gereja Katolik dan Protestan dalam berkomunikasi dengan sekitar 300 kelompok evangelis yang bukan anggota PGI.
KWI dan PGI sudah berkali-kali menghubungi mereka. "Tapi kami kesulitan berdialog karena mereka tidak diakui," katanya.
Lebih-lebih lagi, sulit untuk menemukan titik temu dalam pembicaraan, lanjut Pastor Benny.
Dalam pikiran mereka, pembaptisan menjadi tugas wajib seperti yang ditulis dalam Injil Matius untuk 'membaptis semua orang' dan "menjadikan semua bangsa pengikut Yesus."
Berbeda dengan orang Katolik yang menganggap pembaptisan sebagai karunia Roh Kudus, katanya.
"Tugas kita ada menyebarkan Kabar Baik tentang perdamaian, kasih dan keadilan," tambah pastor Benny.
Mengutip riset yang dilakukan Wahid Institute, dia mengatakan Gereja Katolik pada umumnya memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang setempat.
Di beberapa daerah, orang Katolik bahkan bekerja sebagai bendahara di beberapa masjid, katanya.
Menurut laporan media sebelumnya bahwa Satpol PP membongkar sebuah gereja Pentekosta di Cileungsi, Jawa Barat, yang diduga tidak memiliki ijin. [ ]
© Cath News
Masuk: 23 Jul 2010 (18:08 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi