| Berita lainnya |
Menanggapi beredarnya selebaran tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi.
"Pemprov mengimbau agar masyarakat Sulut jangan mudah percaya dengan selebaran yang bersifat provokasi," kata Sekretaris Provinsi Sulut Ir Rachmat Mokodongan kepada Tribun Manado, Senin (24/10/2011).
Mokodongan mengatakan, masyarakat Sulut cukup cerdas untuk menilai mana yang baik dan yang tidak. Ia menambahkan, jangan sampai hanya karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dapat merusak kerukunan yang sudah tercipta. "Selama ini semua agama yang di Sulut hidup berdampingan dan saling menghargai perbedaan," ujar Mokodongan.
Ditambahkan mantan kadis kehutanan ini, kerukunan masyarakat Sulut sudah teruji. Ia berharap agar pihak berwajib bisa mengusut siapa yang menyebar selebaran ini. "Mari kita bersama-sama menjaga kerukunanan di daerah kita. Jangan mau terprovokasi dengan isu-isu yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab," tandas Mokodongan.
Himbauan yang sama juga datang dari Ketua Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Penatua Billy Lombok, SH.
"Intinya kita jangan terprovokasi. Orang yang mengembuskan isu miring ini adalah oknum yang tidak beragama dan hanya menginginkan negara ini menjadi tidak aman," tandasnya.
Lanjut dikatakan Lombok, aparat keamanan harus segera mencari dan menangkap pelaku serta menghukum sesuai aturan yang berlaku. "Kalau selebaran disebarluaskan melalui faksimile di kantor dan instansi silakan bekerja sama dengan perusahaan komunikasi yakni Telkom, supaya nomor pengirimannya bisa dilketahui," katanya.
Tetapi menurut Lombok masyarakat di Sulut sudah teruji sikap kekeluargaan di antara pemeluk beragama. "Saya yakin ini tidak akan berpengaruh sama sekali.", ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan mengatakan pihaknya mengutuk orang-orang yang sengaja mengganggu stabilitas Manado yang saat ini sudah aman dan nyaman. "Pokoknya kami dan masyarakat mengutuk orang-orang yang sengaja ingin mengganggu stabilitas kota," katanya, Senin (24/10/2011).
Ai sapaan akrabnya menambahkan sebab saat ini toleransi antar umat beragama maupun suku di Manado telah terjalin dengan baik. Warga saling menghormati antar sesama, sehingga perbedaan yang selama ini membuat keindahan tersendiri dalam kehidupan masyarakat. "Apalagi di Manado menjunjung tinggi falsafah 'Torang Samua Basudara' dan selalu diterapkan semua orang di sini," ungkapnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar jangan terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan, apalagi yang memecah-belah persatuan dan kesatuan. "Kami harap masyarakat jangan terpancing dengan isu yang menyesatkan tersebut," tuturnya.
Kepada aparat keamanan diharapkan mampu bergerak cepat dalam mengusut setiap teror-teror oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Dengan harapan teror yang menyebabkan keresahan dimasyarakat tersebut tidak terjadi lagi. Seperti teror terhadap pesawat penumpang beberapa waktu lalu, harus diusut tuntas pelakunya, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.
Saat ini Manado lebih aman dan nyaman, sehingga harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. "Kita harus jaga persatuan dan kesatuan serta toleransi yang selama ini terjalin dengan baik," katanya. []
© Tribun News
Masuk: 25 Okt 2011 (00:06 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi