| Berita lainnya |
Diduga pelaku bom bunuh diri terkait dengan jaringan al-Qaidah dan memiliki hubungan dengan kampanye anti-Kristen yang sedang marak juga terjadi di Irak.
Hubungan antara Kristen dan Islam di Mesir memang sedang memanas. Berbagai bentuk serangan terhadap warga Kristen terus terjadi, dan kemungkinan hal ini mulai dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok teroris untuk menjalankan aksi mereka.
Ketika ledakan terjadi, ada sekitar 1.000 jemaat tengah menghadiri Ibadah Tahun Baru di Saints Church yang terletak di kota pelabuhan Aleksandria. Menurut imam gereja, Pater Mena Adel, bom meledak tak lama setelah ibadah selesai. Saat itu, jemaat baru saja keluar dari gedung gereja, sehingga mengakibatkan banyak korban.
"Yang terakhir aku dengar adalah ledakan yang sangat kuat dan telingaku menjadi tuli," kata Marco Boutros, 17 tahun, salah satu jemaat yang selamat dari ledakan itu. "Kemudian aku melihat bagian-bagian tubuh berserakan."
Darah menempel di dinding gereja dan juga masjid yang ada di seberang jalan. Mayat-mayat dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam gereja sebelum dibawa dengan ambulans untuk dimakamkan.
Pejabat Kementrian Kesehatan, Osama Abdel-Moneim, mengatakan bahwa dari total 21 korban yang meninggal dunia belum teridentifikasi apakah semuanya warga Kristen atau bukan. Meski demikian, serangan bom kali ini merupakan serangan paling mematikan yang terjadi di Mesir. Sebelumnya, pada tahun 1999, sebanyak 20 warga, mayoritas Kristen, tewas dalam konflik sektarian di wilayah selatan.
Kepolisian Mesir mengatakan bahwa ledakan bom berasal dari sebuah kendaraan yang diparkir sekitar 4 meter dari gereja, namun, pihak Kementrian Dalam Negeri justru mengatakan bahwa ledakan itu berasal dari bom bunuh diri dan bukan dari mobil.
Gubernur Aleksandria, Adel Labib, langsung menuding dan mengecam kelompok al-Qaidah sebagai kelompok yang berada dibalik serangan itu. Bom mobil dan bom bunuh diri, menurut Labib, merupakan cara yang banyak digunakan oleh al-Qaidah. []
© AP
Masuk: 02 Jan 2011 (00:57 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi