| ||
| Berita lainnya | ||
"Jika ada contoh keadilan yang tertunda, keadilan yang disangkal, inilah contohnya," kata Rep Pete Hoekstra, R-Mich, anggota komite intelijen DPR AS.
Pada 20 April 2001, Jim dan Veronica "Roni" Bowers bersama dengan kedua anak mereka, Cory, 6 tahun, dan bayi Charity, kembali ke rumah mereka di Peru dari perjalanan mereka ke Brazil, menggunakan pesawat kecil dengan pilot Kevin Donaldson. Pesawat itu kemudian ditembak jatuh oleh CIA.
Keluarga Bowers bekerja sebagai misionaris Kristen di sepanjang bentangan Sungai Amazon, dekat Iquitos, Peru, sebuah kawasan hutan terpencil di dekat perbatasan Brasil dan Kolombia. Kawasan ini merupakan kawasan peredaran obat bius.
Di wilayah ini, CIA dan Angkatan Udara Peru bekerja dalam upaya menghentikan penyelundupan obat bius. Mulai tahun 1995, keduanya bekerja sama untuk mencegat pesawat yang membawa obat bius, jika perlu menembaknya jatuh.
Ketika pesawat Cessna yang ditumpangi keluarga Bowers melewati wilayah itu, pesawat tersebut langsung diikuti oleh pesawat pengintai CIA. Peristiwa itu berhasil direkam dalam video CIA.
Personil CIA salah mengidentifikasi pesawat itu, sehingga kemudian memperingatkan Angkatan Udara Peru yang segera bergegas mencegat pesawat tersebut. Namun, dua jam kemudian, personil CIA ragu dengan identifikasinya. Sayangnya, ia tidak segera memberikan klarifikasi.
Pilot CIA mencoba menghubungi Angkatan Udara Peru untuk memastikan, dan Angkatan Udara Peru menyatakan bahwa pesawat Cessna itu adalah musuh. Namun, pilot CIA masih ragu karena tidak sesuai dengan profil yang mereka incar.
Satu menit setengah kemudian, pesawat tempur mulai menembaki pesawat Cessna, sehingga pesawat itu jatuh.
"Mereka membunuh aku. Mereka akan membunuh kami," terdengar teriakan dari Donaldson dari pesawat Cessna.
"Katakan padanya untuk mengakhiri," kata salah satu agen CIA ke penghubung Peru. "Tidak! Jangan tembak! Cukup."
Pilot CIA bahkan sempat berteriak, "ya Tuhan!"
Jim Bowers, putranya Cory dan pilot Kevin Donaldson selamat. Namun, istrinya dan putrinya yang masih bayi tewas.
Peristiwa itu tidak terungkap selama hampir sembilan tahun, sebab CIA menyembunyikannya.
Kini, banyak pihak meminta CIA untuk terbuka dalam insiden tersebut. Mereka menuntut pertanggungjawaban CIA. [abc]
⇒ 06 Feb 2010 (10:21 UTC+07)










Komentar Pembaca
Diskusi