Perisai.net - SEORANG tokoh agama di Amerika bersama pengikutnya, sebelumnya yakin tanggal 21 Mei 2011 sebagai hari kiamat, namun karena kiamat itu tidak terjadi, banyak yang penasaran dan kembali membahas tokoh ini dan dasar ramalannya.
Jika kita menceritakan kepada orang lain mengenai film yang bagus atau buku yang menarik bahkan pertandingan olah raga yang seru, pasti mereka ingin tahu bagaimana akhirnya. Tentu saja itulah yang dilakukan oleh media Amerika. Mereka menunggu untuk memastikan dunia tidak kiamat seperti yang diramalkan sebelum membahas semuanya.
Orang mengenal nama pendeta Kristen Harold Camping, yang acaranya disiarkan di lebih dari 200 stasiun radio di Amerika. Ia mempunyai pengikut setia dan meramalkan hari kiamat jatuh hari Sabtu 21 Mei lalu. Jika bumi tidak hancur total, setidaknya bencana hebat akan menjadi pertanda awal musnahnya bumi.
Camping memilih tanggal itu karena perhitungannya jatuh tepat 7.000 tahun setelah hari datangnya banjir hebat yang menurut Alkitab, menghancurkan semua manusia, kecuali Nabi Nuh dan istrinya serta anak-anak lelakinya beserta para istri mereka. Mereka mengarungi banjir itu dengan bahtera bersama setiap pasang berbagai binatang.
Meskipun para pengikut setia Pendeta Camping membuat persiapan yang serius untuk menghadapi kehancuran bumi, sebagian besar orang Amerika menganggap enteng ramalan itu. Banyak yang mengadakan "pesta hari kiamat". Yang lainnya mengatakan kepada pasangan mereka tidak akan melakukan tugas rutin rumah tangga. Untuk apa memotong rumput halaman dan melakukan pekerjaan lainnya kalau akan kiamat.
Semua kehebohan mengenai hari kiamat mengingatkan kembali pada masa sebelum perubahan milenium dari tahun kalender 1999 ke 2000, yang juga mengilhami ramalan kehancuran dan persiapan-persiapannya.
Ada berbagai versi ramalan kehancuran dunia, seperti ramalan astronom Carl Sagan mengenai musim dingin akibat nuklir, di mana kehidupan di atas tingkat mikroba akan punah ketika awan nuklir menghentikan fotosintesis, proses di mana tanaman mengambil energi sinar matahari, air dan karbon dioksida kemudian mengubahnya menjadi makanan.
Tampaknya akan ada waktu untuk mengkaji teori-teori itu bersama ramalan-ramalan baru yang oleh pemeluk Kristen disebut the Rapture. Camping mengatakan ramalannya hanya meleset enam bulan. Perhitungan ulangnya mengatakan kiamat, tanggal 21Oktober. Hari itu adalah Jumat, jadi kalau Pendeta Camping benar, tentu tidak perlu repot membahas tugas hari Sabtu. []
© VOA
Bagikan ke Facebook
Masuk: 03 Jun 2011 (09:46 UTC+07)
Teguh Hindarto, Yogyakarta | 22 Jun 2011 (10:00 UTC+07)
Terkait perhitungan dan ramalan apapun yang mengatasnamakan Firman Tuhan, hendaklah kita menjauhkan diri dari perilaku sia-sia tersebut dan jangan menjadikan diri kita korban dusta peramal dan nabi-nabi palsu. Yesus Sang Mesias sudah bersabda demikian: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." Siapapun yang dengan angkuh dan ceroboh memutlakan hari dan bulan serta tahun kedatangan Yesus dan akhir dunia, sesunguhnya telah menempatkan dirinya lebih tahu dari Yesus yang telah menyatakan diri-Nya tidak tahu selain Bapa-Nya.
Tetaplah bekerja seperti semula dalam takut akan YHWH. Amalkan Jalan Mesias dalam perkataan dan perilaku serta pekerjaan kita. Tetaplah berwaspada membaca tanda-tanda zaman dan jangan membiarkan diri disesatkan oleh siapapun. Akhir midrash ini, marilah kita memelihara sabda Yesus berikut ini:
“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat 24:42-44)
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” (Mat 24:46)
Terkait perhitungan dan ramalan apapun yang mengatasnamakan Firman Tuhan, hendaklah kita menjauhkan diri dari perilaku sia-sia tersebut dan jangan menjadikan diri kita korban dusta peramal dan nabi-nabi palsu. Yesus Sang Mesias sudah bersabda demikian: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." Siapapun yang dengan angkuh dan ceroboh memutlakan hari dan bulan serta tahun kedatangan Yesus dan akhir dunia, sesunguhnya telah menempatkan dirinya lebih tahu dari Yesus yang telah menyatakan diri-Nya tidak tahu selain Bapa-Nya.
Tetaplah bekerja seperti semula dalam takut akan YHWH. Amalkan Jalan Mesias dalam perkataan dan perilaku serta pekerjaan kita. Tetaplah berwaspada membaca tanda-tanda zaman dan jangan membiarkan diri disesatkan oleh siapapun. Akhir midrash ini, marilah kita memelihara sabda Yesus berikut ini:
“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat 24:42-44)
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” (Mat 24:46)
|