| Berita lainnya |
"Kami menyerukan kepada pemerintahan Korea Utara dan Selatan untuk menunjukkan sikap sejati, kembali pada negosiasi damai agar menuju pada ko-eksistensi perdamaian dan saling menghormati, serta terlibat dalam proses perdamaian secepat mungkin," kata Sekjen WCC Rev. Dr. Olav Fykse Tveit.
Menurut Rev. Tveit, penggunaan kekuatan militer bukanlah solusi bagi persoalan di antara kedua Korea, sebab masyarakat Korea tentu mengharapkan adanya perdamaian dan rekonsiliasi.
Selama beberapa dekade, WCC telah terlibat aktif dalam upaya rekonsiliasi di semenanjung Korea.
Seiring dengan meningkatnya ketegangan di antara keduanya, kini WCC semakin kuat mendorong para pemimpin kedua Korea untuk bisa masuk dalam proses perdamaian jangka panjang.
Sementara itu, lembaga Kristen yang giat mengawasi perkembangan HAM di berbagai negara, Open Doors, menyerukan diadakannya doa khusus bagi perdamaian Korea.
Open Doors memasukkan Korea Utara di posisi pertama dalam daftar negara-negara yang paling parah melakukan penindasan terhadap orang-orang Kristen. Menurut mereka, ulah Korea Utara belakangan ini merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian internasional terhadap kasus pelanggaran HAM dan krisis makanan di negara itu. []
© Christian Today
Masuk: 30 Nov 2010 (15:49 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi