| Berita lainnya |
Proposal yang diajukan oleh Pakistan atas nama negara-negara Islam, serta mendapat dukungan dari Belarus dan Venezuela, sempat menimbulkan kritik tajam dari para pendukung demokrasi liberal dan kebebasan berbicara.
Dari 47 negara anggota Dewan HAM, 23 anggota menyatakan mendukung resolusi tersebut, sedangkan 11 negara, yang umumnya negara-negara Barat, menolaknya. Sementara, 13 negara lainnya menyatakan abstain.
Resolusi tersebut menyerukan kepada negara-negara untuk memasukkan "perlindungan terhadap tindakan-tindakan kebencian, diskriminasi, intimidasi dan paksaan yang diakibatkan oleh penistaan agama serta penghasutan yang mengarah pada kebencian agama secara umum."
"Penistaan agama adalah penyebab munculnya penghasutan yang mengarah pada kebencian, diskriminasi dan kekerasan terhadap para pemeluknya," kata Zamir Akram, utusan Pakistan.
"Sangatlah penting untuk mengatasai akar masalah dibanding mengatasi dampaknya," tambah Akram.
Negara-negara Muslim telah menyerukan agar agama-agama, khususnya Islam, dilindungi dari kritisisme di media dan area-area publik. Mereka menjadikan kasus kartun Muhammad sebagai contoh yang tidak bisa diterima, yang disebabkan oleh kebebasan berbicara.
Para penentang resolusi tersebut adalah Kanada, semua anggota Uni Eropa, Swiss, Ukraina dan Chili.
Menurut Terry Cormier, utusan Kanada, hak itu lebih pada hak pribadi, bukan hak agama.
Dewan HAM PBB didominasi oleh negara-negara Muslim dan Afrika. Resolusi yang dihasilkan dewan ini tidaklah mengikat, melainkan lebih sebagai rekomendasi bagi negara-negara anggota PBB dalam menanggapi isu-isu seputar HAM.
Sebelumnya, lebih dari 100 kaum sekular dan kelompok-kelompok kepercayaan menyerukan kepada negara-negara untuk menolak resolusi itu, sebab dikuatirkan akan memunculkan tuduhan-tuduhan penistaan agama terhadap kelompok-kelompok yang berbeda.
Amerika Serikat tidak memberikan suara dalam resolusi tersebut, sebab AS bukanlah anggota Dewan HAM tersebut. Pemerintahan Bush mengundurkan diri dari keanggotaan Dewan HAM dan hanya akan berpartisipasi jika dibutuhkan. Pengunduruan diri AS terkait dengan pernyataan-pernyataan anti-Israel yang kerap muncul dalam dewan tersebut serta kegagalan dewan tersebut mengatasi pelanggaran-pelanggaran di Sudan dan di sejumlah negara lain.
Pemerintahan Obama sedang mengkaji apakah AS akan kembali bergabung ke dewan tersebut. Namun, Esther Brimmer, kandidat Asisten Sekretaris urusan Hubungan Organisasi Internasional dalam pemerintahan Obama, mengisyaratkan bahwa dewan tersebut penuh dengan kekecewaan dalam catatan penanganan HAM [AP].
Masuk: 01 Apr 2009 (13:16 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi