| Berita lainnya |
Pembunuhan Matan terkait dengan upaya kelompok al-Shabab untuk menegakkan syariat Islam di Somalia. Mereka semakin gencar memburu warga-warga Muslim yang telah berpindah agama, dan kemudian membunuh mereka.
Matan, adalah satu dari sekian banyak warga Muslim Somalia yang telah memeluk agama Kristen. Ia bergabung dengan kelompok Kristen pimpinan Abdi Ismael.
Abdi Ismael sendiri telah meninggalkan Somalia sejak 2005. Namun, dua minggu yang lalu, ia menerima telepon dari Matan yang mengatakan bahwa saat ini ia sedang diawasi oleh kelompok ekstrimis Islam.
Abdi Ismael mengatakan bahwa dalam pembicaraan via telepon dengan Matan, Matan mengaku ketakutan sebab kelompok al-Shabab terus mencari tahu alasan kenapa Matan sudah lama tidak hadir dalam ibadah di masjid-masjid.
Seorang pengikut kelompok Kristen bawah tanah akhirnya memberi tahu Abdi Ismael bahwa Matan telah dibunuh dalam perjalanan ke Mandera pada 18 Agustus silam.
Matan memiliki tiga orang anak. Anak bungsunya berumur tiga bulan, sementara dua anak lainnya masing-masing berumur tujuh dan empat tahun. Kini mereka harus kehilangan kasih sayang sang ayah.
"Kami telah melalui rentang waktu yang sangat sulit gara-gara memeluk agama Kristen," kata Abdi Ismael kepada Compass. "Kami kehilangan segalanya. Bahkan, kami kehabisan kata-kata untuk membagikan perasaan kami. Saya telah berpindah-pindah dari satu kamp pengungsian ke kamp yang lain. Kelompok Muslim telah menjatuhkan fatwa mati atas diriku." [CBN]
Masuk: 30 Ags 2009 (13:53 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi