| Berita lainnya |
Roommates Marzieh Amirizadeh Esmaeilabad, 30 tahun, dan Maryam Rustampoor, 27 tahun, ditahan sejak 5 Maret silam oleh pasukan keamanan Iran. Pada waktu itu mereka ditangkap atas alasan melakukan aktivitas melawan pemerintah. Demikian dilaporkan oleh Jaringan Berita Kristen Farsi (FCNN).
Semua harta yang mereka miliki disita, selanjutnya mereka diborgol dan dibawa ke kantor polisi di Gysha, sebelah barat Tehran, untuk diinterogasi. Dari situ, mereka dibawa ke Pusta Penahanan Vozara, lalu dihadapkan ke Mahkamah Revolusi Seksi Keamanan Nasional.
Selanjutnya, dari Mahkamah Revolusi, mereka dibawa ke Penjara Elvin.
Menurut laporan FCNN, kedua orang perempuan tersebut tidak ditemukan bersalah sebagaimana tuduhan awal mereka. Mereka tetap ditahan karena melakukan aktivitas-aktivitas kekristenan.
FCNN melaporkan adanya upaya dari pemerintahan Iran untuk menghambat laju pertumbuhan Kristen di negara itu. Pada tahun lalu, sekitar 50 kasus penangkapan atas warga-warga Kristen terjadi di negara itu.
Berdasarkan keterangan terakhir, kedua perempuan itu sangatlah tersiksa selama berada dalam tahanan. Mereka hanya diizinkan menelpon selama semenit kepada keluarga mereka. Mereka juga menderita penyakit dan membutuhkan bantuan medis secepatnya.
Mahkamah Iran menyatakan bahwa keduanya dapat dibebaskan jika membayar uang tebusan sebesar US$ 400 ribu. Jumlah tebusan itu dinilai sangat tidak realistis.
FCNN telah menyerukan kepada seluruh pemimpin Kristen untuk segera melakukan tindakan guna membebaskan kedua perempuan itu. FCNN juga menghimbau pemerintah Iran untuk memberikan jaminan atas kebebasan beragama. [CP]
Masuk: 02 Apr 2009 (12:28 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi