| Berita lainnya |
Dua warga Kristen tersebut adalah Gull Masih dan Ashir Sohail. Keduanya ditahan di Silanwali ketika mereka sedang dalam perjalanan ke Lahore.
Dalam perjalanan tersebut, bis yang mereka tumpangi berhenti di Bismillah Hotel untuk menurunkan penumpang sekaligus beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Saat itulah mereka disuguhi teh dan makanan ringan oleh seorang pelayan hotel. Keduanya pun langsung menyantap hidangan yang disediakan.
Namun, tiba-tiba polisi menahan mereka dengan tuduhan mencemari bulan suci Ramadhan. Mereka dibawa ke kantor polisi Silanwali untuk diinterogasi.
Meski telah mengaku bahwa mereka bukan Muslim, mereka tetap ditahan dan dibawa ke penjara distrik di Sargodha untuk menunggu persidangan.
Azzaq Bhatti, ayah Gull Masih, mengaku prihatin dengan sikap polisi tersebut, sebab, menurut Bhatti, ketika warga Kristen berpuasa, ada begitu banyak warga Muslim yang dengan leluasa menikmati makanan, bahkan di depan warga Kristen. Tidak satu pun di antara mereka yang ditahan oleh pihak kepolisian.
Pihak ICC kini tengah melakukan tekanan terhadap pemerintah Pakistan untuk segera membebaskan Gull dan Ashir, serta mencabut segala tuduhan atas mereka. [ANS]
Masuk: 02 Sep 2009 (14:12 UTC+07) | edit terakhir: 02 Sep 2009 (14:15 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi