| Berita lainnya |
The Kansai Franklin Graham Festival diadakan di Osaka. Festival ini merupakan puncak dari usaha ratusan gereja, 400 di antaranya telah mengundang Graham untuk berkhotbah di wilayah Kansai, yang mewakili sekitar seperempat populasi nasional Jepang.
"Kami percaya bahwa TUHAN akan melawat Kansai dengan cara seperti, 30 tahun silam, ketika orang-orang melihat festival yang sama, Billy Graham Crusade, 30 tahun lalu," kata Cahd Hammond, Direktur Festival tersebut.
Festival Kansai dihadiri oleh 30.782 peserta. Festival ini menjadi salah satu perhelatan terbesar dari warga Kristen dalam sejarah Osaka, kota terbesar di wilayah Kansai. Festival ini sendiri telah dipersiapkan selama dua tahun.
Sebelum festival diadakan, telah diadakan serangkaian kegiatan pembuka, di antaranya konser yang menampilkan Alfie Silas dari Tommy Coomes Band dan Osaka Ladies Festival yang dihadiri oleh 3.217 orang serta Kid's Festival yang dihadiri oleh lebih dari 5.000 anak.
Bagi para pemimpin Kristen di Jepang, festival ini sangatlah penting, bukan saja untuk membawa anugerah keselamatan bagi individu-individu, tapi juga memberikan semangat baru bagi gereja-gereja di wilayah Kansai. Beberapa gereja di wilayah itu mengalami masalah dalam hal jumlah dan usia anggota, beberapa lagi bahkan tidak memiliki seorang gembala.
"Sebagai dampak dari menurunnya populasi anak-anak, kehadiran di Sekolah Minggu juga menurun. Beberapa seminari dan sekolah teologi juga ditutup. Sangat sedikit pemimpin muda Kristen di negara kami," demikian dilaporkan oleh Rev. Yoshikazu Takada, ketua eksekutif Festival Kansai.
Tantangan lain yang dihadapi gereja adalah pertumbuhan ekonomi Jepang yang lambat, tingginya angka bunuh diri, serta tingkat kekerasan di sekolah-sekolah. Namun, Festival Kansai telah memberikan harapan baru bagi gereja-gereja, apalagi festival ini didukung oleh pemimpin-pemimpin gereja dari kota-kota lain, termasuk dari Sapporo, Fukuoka, Hiroshima dan Tokyo.
"Ini adalah waktunya TUHAN bagi Jepang," kata Graham dalam kesimpulannya di ibadah Minggu malam.
Dalam sebuah wawancara, ketika ditanya bagaimana mengukur kesuksesan dari festival tersebut, Graham menjawab bahwa kesuksesannya ditentukan oleh doa.
"Ada ribuan orang yang berdoa. Jika satu orang memberikan hidup mereka kepada Yesus Kristus minggu ini, maka itu adalah sebuah kesuksesan," kata Graham. [ ]
© Christian Today
Masuk: 26 Okt 2010 (18:24 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi