| Berita lainnya |
Film yang berjudul “Hassan and Morkos” ini menampilkan Omar Sharif dan komedian veteran Adel Imam. Keduanya akan memerankan tokoh sheikh Muslim dan pendeta Kristen yang dipaksa untuk bertukar identitas gara-gara perintah yang dikeluarkan oleh pihak keamanan negara.
Dalam film ini diungkapkan bagaimana pendeta Kristen menyuarakan sulitnya warga Kristen membangun tempat ibadah karena terhalang oleh izin. Sementara itu, sheikh Muslim diam-diam mendiskusikan bagaimana orang-orang Kristen mengendalikan kekayaan negeri.
Sayangnya, para pengamat film menilai bahwa film ini tidaklah menyentuh akar persoalan. Menurut salah satu kritikus film Mesir, Ola Shafei, film ini gagal mengindentifikasi peranan aturan-aturan pemerintah dibalik memanasnya hubungan Kristen-Islam.
Sementara itu, pengamat lainnya, Tarek Shennawi, mengatakan bahwa ketika seorang Muslim menemukan bahwa ia tidak bisa hidup layak, ia pergi ke masjid. Sedangkan, ketika seorang Kristen tidak menemukan haknya dalam bermasyarakat, ia pergi ke gereja. Mereka kemudian digiring pada suatu bentuk ekstrimisme.
Mesir adalah negara Timur Tengah dengan komunitas Kristen terbesar, yaitu sekitar 6 hingga 10 persen dari total populasi penduduk. Selama berabad-abad, orang-orang Kristen dan Islam di Mesir hidup berdampingan tanpa konflik. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, hubungan itu kian renggang.
Film ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih baik antara masyarakat Kristen dan Islam. [chp]
Masuk: 22 Jul 2008 (16:55 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi