| Berita lainnya |
Menurut penuturan Dantje Sigar SE, Jimmy Sorongan, Denny Suwu SSos dan Pnt Mody Pangkey yang mewakili unsur P/KB, berikut Drs Fabian Warouw, Stevie Suawa dan Ronny Tolu dari unsur Pemuda serta Pnt Christ Koureng dari unsur Remaja, saat bertandang ke harian Komentar mengatakan, kebijakan menyewakan Bukit Inspirasi kepada pihak ketiga seharusnya dilakukan secara transparan dan disampaikan melalui Rapat Badan Pekerja Sinode Lengkap (RBPSL) untuk selanjutnya dijabarkan pada jemaat. Dan bukannya dilakukan secara sepihak.
“Apapun alasannya, kami dengan tegas menolak rencana ini. Bukit Inspirasi adalah aset GMIM yang seharusnya dijaga dan bukan dikomersilkan,” ungkap Sigar dan Warouw.
Meski latar belakang pemanfaatan Bukit Inspirasi tersebut demi tujuan mulia, yakni dananya akan digunakan untuk mendanai pelayanan para pendeta yang ada di kawasan terpencil, namun dengan cara seperti ini, jelas sangat disesalkan. “Memang tujuannya sangat mulia, yakni akan membantu para pendeta yang ada di kawasan terpencil. Namun jika caranya demikian, kami akan menolak. Sebab, bukan tidak mungkin jika nantinya fenomena ini akan berimbas buruk bagi pelayanan,” terang Warouw sembari berharap BPS dapat mempertimbangkan dan mengkajinyanya kembali. Terlebih dengan aset GMIM. Di mana berkaitan dengan rencana ini, berdasarkan akta notaris yang ada, akan disewakan sebesar Rp 1.8 M selama 15 tahun. Kondisi ini dikhawatirkan akan memunculkan masalah bagi kelangsungan GMIM di masa yang akan datang.
Jika penyampaian penolakan ini tak digubris oleh BPS, maka seluruh Kompelka akan menggandeng Forum Pembela Bukit Inspirasi untuk selanjutnya mendesak BPS agar mengurungkan niat tersebut. Hal yang sama turut didukung Joppy Wonte yang adalah Sekretaris Laskar Merah Putih. “Sebagai anggota jemaat dan bagian masyarakat, kami sangat menyesalkan rencana ini. Karena itu sebagai laskar kita akan minta pertanggungjawabannya. Kami siap untuk mengamankan aset-aset GMIM,” tandasnya.
Lebih lanjut dikatakan, BPS juga diminta untuk meninjau kembali SK pensiun sembilan pendeta, antara lain Pdt Roeroe, Parengkuan dan Nico Gara. “Kepada mereka kami minta SK-nya ditinjau kembali. Apalagi semua ini untuk kepentingan bersama termasuk untuk pelayanan itu sendiri,” ungkap Sigar kembali, turut diiyakan Warouw. [Kom]
Masuk: 24 Sep 2009 (14:24 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi