| Berita lainnya |
Dalam insiden tersebut, seperti dilansir Christian Today dari Asiria Internasional News Agency (Aina), dikabarkan satu pendeta yakni Bapa Yosha, dan tiga diaken yang pada saat kejadian sedang berada di gereja, menghilang. Sampai saat ini keberadaan keempat Hamba Yesus itu masih simpang-siur. Ada yang mengatakan mereka tewas dalam api dan yang lain percaya bahwa mereka sedang ditawan sekelompok orang-orang brutal tersebut. Tak hanya itu, kebakaran pun kian meluas setelah kolompok massa menghadang pemadam kebakaran untuk memasuki desa.
Insiden ini sebenarnya hanya dipicu persoalan sepele, yakni jalinan kasih antara Iskander Ashraf, salah seorang pengikut Kristen koptik dengan seorang wanita beragama lain. Namun demikian, di mata keluarga si gadis, ini bukan persoalan sepele, tapi hal serius yang sangat memalukan keluarga, karena itu si anak gadis harus dibunuh.
Lantaran tidak membunuh anaknya demi menjaga kehormatan keluarga, ayah si gadis kemudian dibunuh oleh sepupunya sendiri. Tak terima ayahnya dibunuh, saudara gadis kemudian membalas kematian ayahnya dengan membunuh sepupunya. Persoalan keluarga yang tidak terselesaikan yang menelan banyak korban ini kemudian mengerucut pada penistaan terhadap Kristen dengan menggeneralisir persoalan, menuduh umat Kristen sebagai biang masalah ini, hingga akhirnya pecah insiden tersebut. []
© reformata
Masuk: 09 Mar 2011 (17:17 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi