| Berita lainnya |
Paul Estabrooks bersama dengan sebuah lembaga misi Kristen, Open Doors, mencatat bahwa tekanan terhadap pertumbuhan gereja mengalami semacam siklus: ada saat dimana tekanan terjadi, tetapi ada juga saat dimana kebebasan diberikan. Namun, yang paling sering terjadi adalah penangkapan terhadap warga Kristen. Setidaknya ada tiga orang Kristen dari dua keluarga yang berbeda yang baru-baru ini ditangkap.
Compass Direct melaporkan bahwa pada 21 Januari 2009, pihak otoritas Iran menangkap Jamal Ghalishorani, 49, dan istrinya Nadereh Jamali, dari kota mereka, Tehran, sekitar jam 7 dan 8 pagi. Penangkapan itu dilakukan selang satu setengah jam setelah Hamik Khachikian, seorang Kristen Armenia, juga ditangkap di kota yang sama.
Menurut catatan, Ghalishorani adalah seorang yang berpindah agama menjadi Kristen sekitar 30 tahun silam. Sementara, istrinya baru menjadi Kristen sekitar 15 tahun silam. Mereka memiliki seorang anak perempuan berumur 13 tahun, sedangkan Khachikian memiliki dua orang anak: seorang anak laki-laki berumur 16 tahun dan seorang anak perempuan berumur 11 tahun.
Ironisnya, pihak otoritas setempat belum memberitahukan kepada keluarga itu apa yang menjadi alasan mereka ditangkap. Polisi bahkan menyita sejumlah buku dan komputer dari kediaman mereka.
Estabrooks mengatakan bahwa meninggalkan Islam merupakan tindakan yang dapat dijatuhi hukuman mati di Iran. Karena itu, ketiga orang yang ditangkap ini kemungkinan akan menghadapi tuntutan hukuman mati atas keputusan mereka menjadi Kristen.
Sumber: MNN
Masuk: 29 Jan 2009 (11:47 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi