| Berita lainnya |
Sebenarnya gereja Anglikan sudah terpecah-belah. Belakangan
sekelompok umat Anglikan konservatif mendirikan gerakan baru; gereja di
dalam gereja. Seperempat rohaniwan Anglikan menolak hadir dalam
konperensi yang berlangsung selama tiga pekan itu. Williams sendiri
sudah dikritik kanan-kiri, kepemimpinannya dikecam secara terbuka.
Pemicu semua keresahan ini adalah bangkitnya rohaniwan perempuan dan
juga rohaniwan homoseksual.
Awal dari akhir
Ketika pada tahun 1970an, perempuan pertama ditahbiskan sebagai pastor, ratusan rohaniwan Anglikan meninggalkan gereja. Kebanyakan bergabung dalam gereja Katolik. Pekan lalu disahkah keputusan mentahbiskan perempuan sebagai rohaniwan. Sebanyak 1300 rohaniwan mengancam akan mundur. Baru pada tahun 2014 perempuan pertama akan ditahbiskan rohaniwan. Tapi yang penting di sini adalah prinsipnya. ‘Pertama pernikahan antara sesama jenis, dan kini perempuan yang bisa menjadi uskup. Ini adalah awal dari akhirnya,’ tandas pendeta David Houlding.
Walau bukan butir agenda resmi, dalam tiga pekan mendatang, perselisihan antara kelompok progresif dan tradisionalis jelas akan mewarnai konferensi. Gereja Anglikan mempunyai sekitar 70 juta umat di 164 negara, kebanyakan di bekas jajahan Britania. Sayap liberal, yang terwakili secara kuat di negara-negara berbahasa Inggris, mengimbau umat agar bersikap toleran. Kaum liberal menganggap umat Anglikan sebagai luas dan inklusif. Mereka ingin menyesuaikan gereja dengan perkembangan masyarakat.
Homoseksualitas
Para rohaniwan Anglikan dari Afrika, yang sering menganggap homoseksualtias ilegal dan kriminal, cenderung menafsirkan Alkitab secara harfiah. Yesus punya 12 rasul laki-laki, katanya. Dan itu bukan kebetulan. Jadi kenapa kita harus menerima wakil gereja perempuan yang menduduki posisi tinggi? Tanggapan seorang anggota liberal berbunyi: “Karena tidak bisa dibayangkan, pada abad ke-21 ini, Yesus masih akan mengajarkan diskriminasi.”
Lama diupayakan untuk tidak mengungkit-ungkit homoseksualitas. Atau paling tidak menerimanya. Ini berlanjut sampai tahun 2003, ketika di Amerika Serikat, pastor pertama yang secara terbuka menyatakan diri homoseksual, Gene Robinson, ditahbiskan sebagai uskup. Sejak itu situasi seperti tak terkendalikan lagi. Suasana tidak tambah baik ketika gereja Anglikan di Kanada mulai memberkati pernikahan sejenis. Padahal sebelumnya umat Anglikan menetapkan homoseksualitas sebagai dosa. Robinson sendiri tidak diundang pada konferensi Lambeth.
Goyah
Jadi, gereja Anglikan sudah bertahun-tahun goyah. Menurut beberapa
orang bahkan sudah berabad-abad, atau paling tidak sejak Raja Henry
VIII memutuskan cabut dari gereja Katolik, karena Sri Paus tidak
memberinya izin untuk cerai. Itulah awal gereja Anglikan. Konflik yang
sekarang merebak bisa saja merupakan langkah pertama menuju
desintegrasi agama negara Inggris ini. Ini mengingatkan orang pada
berbagai peristiwa yang menyebabkan berdirinya gereja Anglikan lima
abad lalu. [rnw]
Masuk: 18 Jul 2008 (16:52 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi