| Berita lainnya |
Saat ini sekitar 1.700 orang yang sedang ditampung di tempat pengungsian di SMA Kristen Tomohon.
Badan Mateorologi dan Geofisika meminta masyarakat termasuk sekitar 10 ribu umat Katolik yang tersebar di 8 paroki di sekitar gunung itu untuk menjauhi wilayah letusan minimal pada jarak 3,5 kilometer.
“Kami sedang membantu mengevakuasi para korban dan membagikan 5.000 masker,” kata Pastor Benny Salombre, ketua Komisi PSE Keuskupan Manado, kepada UCA News hari ini.
Ia melaporkan hujan abu masih terjadi. “Kami akan membantu masker yang merupakan kebutuhan yang paling mendesak.”
Ia mengatakan pihaknya melibatkan para relawan, para frater dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Pineleng, orang muda Katolik, dan komunitas peduli bencana alam. “Sebelumnya kami melakukan pendataan apa yang paling dibutuhkan warga,” jelasnya.
“Kami telah menghimbau di semua paroki dan organisasi Gereja Katolik dari keuskupan Manado agar bisa memberikan bantuan semampunya untuk sesama mereka,” katanya.
“Pembagian ini, dilakukan juga sebagai bentuk bela rasa siapa saja akibat meletusnya Gunung Lokon dan Soputan yang mengeluarkan abu vulkaniknya,” katanya.
Dalam membantu para korban, kata imam itu, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah lokal, TNI dan juga Karitas Indonesia (Karina) KWI, ujarnya
Pastor Paulus Sigit Pramuji, ketua Karina KWI, mengatakan kepada UCA News hari ini bahwa kemarin Karina telah menyalurkan bantuan untuk para korban melalui PSE Keuskupan Manado.
Arnold Poli, sekretaris kota Tomohon mengadatak kepada media sekitar 7.000 orang yang tinggal di sekitar gunung itu akan dievakuasi ke lokasi yang aman.
Pastor Salombre mengatakan mereka sedang menyiapkan bantuan termasuk tenda, makanan dan obat-obatan. Karena hingga tadi pagi gunung itu masing menyemburkan lahar panas. []
© UCA News
Masuk: 14 Jul 2011 (03:03 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi