| Berita lainnya |
Berdasarkan keputusan Gereja-gereja Baptis di Australia, definisi pernikahan adalah antara seorang pria dan seorang wanita, dan menolak perluasan definisi yang menyertakan hubungan seks sesama jenis,kata Presiden Nasional Baptis Ministries Australia, Pendeta Dr John Beasy.
"Baptis Australia mendesak Perdana Menteri Julia Gillard, dan politisi, agar menentang perluasan definisi hukum pernikahan dengan memasukkan pasangan seks sesama jenis," kata Dr Beasy.
Sementara itu menurut juru bicara untuk isu-isu publik Baptis Ministries Australia, Pendeta Benson, hal itu didasarkan pada alasan-alasan budaya, juga keyakinan teologis yang dipegang tentang sifat dan tujuan pernikahan sesungguhnya yang menghalangi pelebaran definisi perkawinan dengan menyertakan pasangan seks sesama jenis.
"Sebuah masyarakat yang kuat membutuhkan komitmen yang kuat untuk pernikahan dan keluarga. Pernikahan paling baik dipahami sebagai persatuan seorang pria dan seorang wanita, dan hukum yang terbaik adalah seperti itu, "kata Rev Benson.
"Selama lebih dari 400 tahun Baptis telah menegaskan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam semua hal, termasuk iman dan perilaku. Alkitab mengajarkan bahwa konteks seks hanya cocok untuk hubungan seksual antara seorang wanita dan seorang pria yang sudah menikah satu sama lain. Mereka yang berpendapat sebaliknya telah menyimpang jauh dari etika dan pemahaman Alkitab otentik tentang pernikahan, "katanya. []
© Reformata
Masuk: 28 Ags 2011 (18:12 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi