| ||
| Berita lainnya | ||
Menyikapi isu tersebut Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) pun berencana memfasilitasi dialog terbuka antara Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Front Pembela Islam (FPI), guna mencari solusi bersama, menyikapi Hari Pembakaran al-Qur'an sedunia tersebut. Seperti dilansir Tempointeraktif dari siaran pers GPP, Koordinator Nasional GPP, Damien Dematra mengatakan, dialog tersebut akan digelar siang ini pukul 12.30 WIB.
Sebelumnya GPP juga mengkampanyekan perlawanan terhadap gerakan hari pembakaran al-Qur'an sedunia ini dengan bersilaturahmi ke beberapa pemuka agama seperti Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Hizbut Tahrir Indonesia HTI) dan Front Pembela Islam (FPI).
Tak hanya itu, GPP yang didukung para musisi seperti Iwan Fals dan kelompok musik Ki Ageng Ganjur juga mengkampanyekan perlawanan terhadap isu pembakaran al-Qur'an dengan mengadakan safari Ramadhan, meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu tersebut. []
© Reformata
⇒ 01 Sep 2010 (16:13 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi