| Berita lainnya |
Surat kabar Vatikan itu merangkum informasi edisi terbaru buku statistik tahunan gereja, yang merupakan sebuah survei Katolik di seluruh dunia selama masa tujuh tahun.
Disamping pengikut baru, Gereja Katolik bangga akan peningkatan dramatis dalam jumlah perorangan di gereja. Berdasarkan buku tahunan, ada hampir sekitar 25 persen peningkatan jumlah pendeta dan hampir 16,7 persen peningkatan dalam jumlah biarawati selama periode waktu tersebut.
Di tempat lain, Gereja Katolik tidak berjalan terlalu baik, diantaranya mengalami penurunan atau secara kasar hanya sisa-sisa saja.
Sisa umat Gereja Katolik tidak berganti di Amerika dan di Asia, dan mengalami penurunan di Eropa.
Di Eropa, jumlah umat Katolik turun dari 26,8 persen sampai 25 persen, dan tolak jumlah pendeta sebanyak hampir enam persen.
Sebuah tantangan yang semakin meningkat terhadap Gereja Katolik adalah meningkatnya Pantekostanismr di seluruh dunia, yang dalam proses pertumbuhannya yang sangat cepat telah mengkonversi sejumlah umat Katolik secara berlipat ganda.
Tahun lalu, Kardinal Walter Kasper yang melayani sebagai presiden Pontifical Council for Promoting Christian Unity, menyerukan kepada para kardinal Katolik di seluruh dunia untuk mengkritisi tugas yang gereja Katolik gagal lakukan dalam merespon peningkatan pergerakan Pantekosta.
Sementara pada awal tahun itu, Paus Benediktus XVI sendiri mengecam gereja Pantekosta karena menggunakan taktik agresif untuk memenangkan jiwa.
Di Brazil, umat Katolik Roma umumnya terhitung sekitar 90 persen dari penduduk di 1960-an sampai menjelang 2005, namun saat ini turun sampai 67 persen, menurut Associated Press.
Sementara itu di Afrika, Pantekosta saat ini terdiri dari 12 persen, atau sekitar 107 juta penduduk benua itu, menurut World Christian Database.
Denominasi Karismatik non Pantekosta menyusun sekitar 5 persen lainnya, atau sekitar 40 juta. Hanya stiga dasawarsa lalu, jika porsi Pantekosta dan Karismatik digabungkan menjadi satu hanya kurang dari 5 persen.
Ledakan Pantekosta sangat menyolok di beberapa negara Afrika seperti di Afrika Selatan dan Zimbabwe, laporan mendalam 2006 Pew Forum on Religion and Public Life mengenai sejarah Pentekostanisme di Afrika.
Di Afrika Selatan, saat ini Pantekosta Apostolic Faith Mission terhitung sangat kuat disamping Dutch Reformed Church - aliran utama dalam Protestanisme di negara itu, lapor Pew . Dan di Zimbabwe, pengikut Assemblies of God, salah satu denominasi Pantekosta, hampir sama dengan Katolik.
Gereja Kristen terbesar di Ghana adalah Church of Pentecost. Denominasi yang paling cepat bertumbuh di Nairobi, Kenya, adalah the Assemblies of God. Juga di Nigeria - negara terbanyak penduduknya di Afrika - Pantekosta setara dengan jumlah gabungan gereja yang dominan Katolik dan Anglikannya sejak lama.
"Perluasan Pantekostanisme yang dramatis tidak menyisakan satu wilayah pun di sub-Sahara Afrika yang tidak terkena," dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Pew Forum.
Vatikan, dalam responnya, telah mengungkapkan keprihatinan yang serius mengenai peningkatan evangelikalisme dan Pantekostanisme yang mengancam Katolikisme di seluruh dunia, dan mengakui bahwa konversi tersebut mempertegang hubungan ekumenikal, menurut AP [krp].
Masuk: 27 Mei 2008 (22:44 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi